Jumat, 15 Mei 2026

Program Keuangan Berkelanjutan Asean Ditargetkan Selaras dengan Global

Penulis : Arnoldus Kristianus
23 Aug 2023 | 15:53 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu usai mengikuti seminar Energy Transition Mechanism: Asean Country Updates di Hotel Mulia pada Rabu (23/8/2023).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu usai mengikuti seminar Energy Transition Mechanism: Asean Country Updates di Hotel Mulia pada Rabu (23/8/2023).

JAKARTA, Investor.id - Negara-negara anggota Asean mendorong program keuangan berkelanjutan dalam taksonomi Asean bisa selaras dengan taksonomi internasional.

Taksonomi Asean untuk keuangan berkelanjutan berisi upaya negara-negara anggota Asean mewujudkan transisi energi yang tertib dan mendorong penerapan keuangan berkelanjutan.

“Tantangan selanjutnya adalah bagaimana membangun interoperabilitas taksonomi Asean dengan taksonomi lainnya, seperti taksonomi Uni Eropa, juga dengan negara lain. Hal ini akan meningkatkan lebih banyak keterlibatan sektor swasta secara global, tidak hanya secara regional,” ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam seminar Energy Transition Mechanism: Asean Country Updates di Hotel Mulia pada Rabu (23/8/2023).

ADVERTISEMENT

Dalam Asean Taxonomy for Sustainable Finance Version 2 tercatat bahwa taksonomi Asean telah dikembangkan secara paralel dengan taksonomi negara lain, namun tidak terbatas pada taksonomi yang telah dikembangkan oleh Uni Eropa, Australia, Kanada, dan Afrika Selatan. Semua taksonomi ini berusaha untuk mengatasi tujuan lingkungan yang serupa seperti yang menjadi fokus Taksonomi ASEAN.

Febrio mengatakan, taksonomi Asean berfungsi sebagai contoh transisi yang baik, kredibel, dan dapat diterapkan dengan taksonomi yang dapat dioperasikan antar wilayah dan negara. Dalam taksonomi ini telah diperkenalkan penghentian penggunaan batu bara secara bertahap sebagai kegiatan yang akan diklasifikasikan sebagai golongan hijau atau kuning, tergantung pada kualifikasi proyek.

“Indonesia terus meningkatkan kerja sama internasional untuk mengadvokasi aksi iklim dan memobilisasi pendanaan sektor swasta dan publik untuk aksi iklim,” tutur Febrio.

Indonesia juga terus meningkatkan kerja sama dengan para pemangku kepentingan melalui program green climate fund, , fasilitas lingkungan global, lembaga keuangan internasional, bank pembangunan multilateral, negara mitra pembangunan, sektor swasta, bahkan termasuk lembaga filantropi.

“Kami memandang perlunya kolaborasi global untuk menciptakan ekosistem industri hijau dan tradisional, termasuk baterai, kendaraan listrik, dan rantai pasokan global hijau,” kata dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia