Jumat, 15 Mei 2026

Perry: Inflasi Rendah Penting bagi Penguatan Kesejahteraan Masyarakat

Penulis : Arnoldus Kristianus
31 Aug 2023 | 18:51 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym)

JAKARTA, Investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kondisi inflasi tahun 2023 turun lebih cepat, dibandingkan perkiraan sebelumnya. Pada Juli 2023 inflasi sebesar 3,08% secara year on year dan sudah masuk dalam kisaran target BI yang sebesar 3 plus minus 1%.

Pemerintah dan BI terus akan terus menjaga stabilitas inflasi sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami meyakini inflasi yang rendah sebagai faktor sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia serta kesejahteraan rakyat Indonesia,” ucap Perry dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional di Istana Negara pada Kamis (31/8/2023).

Dia mengatakan, kondisi inflasi yang terjadi pada Juli 2023 terjadi pada seluruh komponen bak inflasi inti, harga pangan bergejolak maupun harga yang diatur oleh pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2023 komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,44%, komponen harga bergejolak sebesar 0,17%, dan komponen inti sebesar 0,13%. Pada bulan tersebut juga tercatat seluruh wilayah mengalami penurunan inflasi dan telah berada dalam sasaran inflasi nasional.

ADVERTISEMENT

“Pencapaian ini terjadi karena eratnya Sinergi pengendalian inflasi antara pusat dan daerah serta konsistensi kebijakan bank Indonesia dalam tim pengendalian pusat inflasi pusat dan daerah termasuk kesuksesan GNPIP (Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan),” kata Perry.

BI memperkirakan inflasi pada sisa tahun 2023 tetap terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1%. BI turut menugaskan 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia untuk berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan pasar murah, ketahanan stabilitas pangan antar daerah, kelancaran distribusi koordinasi, dan komunikasi serta digitalisasi data.

“Penguatan GNP IP dilakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah di Indonesia agar tepat sasaran,” terang Perry.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia