BPS: Nilai Ekspor Kumulatif US$ 171,52 Miliar Hingga Agustus
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai ekspor kumulatif dari Januari sampai Agustus 2023 mencapai US$ 171,52 miliar. Angka ini turun 11,85% dari periode Januari sampai Agustus 2022 yang saat itu mencapai US$ 194,57 miliar.
“Total nilai ekspor hingga Agustus 2023 mengalami penurunan sebesar 11,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan terbesar terjadi pada sektor pertambangan sebesar 16,58%,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Jumat (15/9/2023).
Baca Juga:
Agustus, Ekspor dan Impor Tiongkok TurunJika dilihat menurut sektor maka terbagi dalam empat sektor. Pertama yaitu nilai ekspor migas secara kumulatif sebesar US$ 10,39 miliar pada Januari-Agustus 2023. Angka tersebut turun 4,66% dari nilai ekspor Januari- Agustus 2022 yang sebesar US$ 10,89 miliar.
Kedua yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 2,9 miliar pada Januari-Agustus 2023. Angka ini menurun dari 8,14% dari nilai ekspor Januari-Agustus 2022 sebesar US$ 3,16 miliar.
Ketiga yaitu industri pengolahan sebesar US$ 34,6 miliar pada Januari-Agustus 2023. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan 16,58%.
Keempat yaitu sektor pertambangan dan lainnya dengan nilai ekspor US$ 34,6 miliar pada Januari-Agustus 2023 atau turun sebesar 16,58% dari posisi Januari-Agustus 2022 yang saat itu menyentuh US$ 41,48 miliar.
“Penurunan terbesar terjadi pada Pertambangan sebesar 16,58%, hal ini sejalan dengan penurunan harga komoditas perdagangan di pasar global, dimana tingkat harga komoditas pertambangan di tahun 2023 relatif lebih rendah dibandingkan tingkat harga tahun 2022,” kata Amalia.
Baca Juga:
Bos BI Ungkap Lima Tantangan Ekonomi Ke Depan, Dari Potensi Krisis Hingga Afrika Sebagai KiblatAmalia mengatakan secara kumulatif terjadi peningkatan pangsa nilai ekspor non migas terjadi dengan Tiongkok. Pada Januari sampai Agustus 2022 pangsa ekspor non migas ke Tiongkok mencakup 21,26% dari total ekspor non migas dan tahun ini meningkat jadi 24,96%. Sedangkan pangsa ekspor non migas Indonesia ke ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan.
Pada Januari-Agustus 2023 ekspor non migas ke ASEAN sebesar 18,78%, lebih rendah dari periode Januari-Agustus 2022 yang sebesar 19,68%. Sedangkan pada Januari-Agustus 2023 ekspor non migas ke Uni Eropa sebesar 7,01% lebih rendah dari periode Januari Agustus 2022 yang sebesar 7,87%.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






