7,4 Juta Wisman Berkunjung hingga Agustus, Masih Lebih Rendah dari Prapandemi
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Januari hingga Agustus 2023 mencapai 7,44 juta kunjungan. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 280,74% dan 158,64%.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisman hingga Agustus 2023 meningkat 166,12% dibandingkan total kunjungan wisman pada periode yang sama di tahun 2022. Jika dilihat lebih lanjut, total kunjungan wisman hingga Agustus 2023 sudah lebih tinggi dari total kunjungan wisman selama tahun 2022.
“Meskipun sudah lebih tinggi dari total kunjungan wisman selama tahun 2022, total kunjungan wisman hingga Agustus 2022 masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 atau periode sebelum pandemi Covid-19. Dimana di tahun 2019 selama periode Januari hingga Agustus 2019 jumlah kunjungan wisman mencapai 10,71 juta,” ucap Amalia dalam konferensi pers secara hibrida di kantor BPS pada Senin (2/10/2023).
Tiga negara asal dengan jumlah kunjungan wisman selama Januari-Agustus 2023 adalah Malaysia dengan jumlah kunjungan sebanyak 1,2 juta kunjungan (16,2%), Australia dengan jumlah kunjungan sebanyak 908,5 ribu (12,2%), dan Singapura dengan jumlah kunjungan sebanyak 883,3 ribu (11,9%).
Amalia mengatakan dengan jumlah kunjungan wisman menurut kebangsaaan dan pintu masuk utama. Baik secara kebangsaaan pada Agustus 2023 atau sepanjang periode Januari sampai Agustus 2023 sebagian besar kunjungan wisman masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai didominasi oleh wisman asal Australia.
“Tiga pintu masuk utama kunjungan wisman baik di Agustus maupun kumulatif Januari-Agustus 2023 secara berturut-turut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Soekarno Hatta, dan Batam,” ucap Amalia.
Tingkat Penghunian Kamar
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Agustus 2023 mencapai 52,46%, naik 5,08 poin secara year on year (yoy), tetapi mengalami penurunan 2,17 poin secara month to month (mtm).
Sejalan dengan TPK hotel bintang, TPK hotel non bintang pada Agustus 2023 mencapai 25,48%, naik 1,79 poin secara yoy, tetapi mengalami penurunan 0,26 poin secara mtm. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,02 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,68 hari.
Rata-rata lama menginap tamu hotel terlama tercatat di Bali (sebesar 2,55 hari), diikuti Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat, masing-masing sebesar 2,08 hari dan 1,92 hari. Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu hotel tersingkat tercatat di Sulawesi Barat (sebesar 1,05 hari).
Rata-rata lama menginap tamu asing terlama tercatat di Kepulauan Bangka Belitung (sebesar 3,39 hari), sedangkan yang tersingkat tercatat di Sulawesi Barat (sebesar 1,00 hari). Sementara untuk tamu Indonesia, rata-rata lama menginap terlama tercatat di Bali (sebesar 2,22 hari), sedangkan yang tersingkat tercatat di Sulawesi Barat (sebesar 1,05 hari).
“TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi tercatat di Bali, peningkatan okupansi hotel ini tentunya didorong oleh event olahraga seperti lari marathon, dan pertemuan dalam rangka keketuaan Indonesia di ASEAN selama tahun 2023,” kata Amalia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






