Jumat, 15 Mei 2026

Rokok hingga Biaya Kontrak Rumah Sumbang Inflasi September 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
2 Okt 2023 | 17:23 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi deretan rokok dengan pita cukai. (Sumber: istimewa)
Ilustrasi deretan rokok dengan pita cukai. (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan sebesar 2,28% pada September 2023. Komoditas seperti rokok dan biaya kontrak rumah menjadi beberapa komponen penyumbang inflasi bulan lalu.

Jika dibandingkan secara bulanan maupun tahunan, inflasi cenderung mengalami penurunan. Sebab pada Agustus 2023 inflasi tahunan sebesar 3,27% dan sebelumnya pada September 2022 inflasi tahunan mencapai 5,95%.

Penurunan inflasi secara tahunan terjadi karena pada September 2022 terjadi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Kenaikan harga BBM akibat adanya kenaikan penyesuaian harga di September 2022 mewarnai inflasi tahunan dari September 2022 sampai Agustus 2023.

ADVERTISEMENT

“Ini yang saya sebut sebagai base effect akibat kenaikan BBM yang berakhir sampai Agustus 2023 dan tidak terlihat dampaknya di September 2023. Sehingga secara tahunan inflasi pada September 2023 tidak lagi dipengaruhi kenaikan harga BBM pada September 2022,” ucap Amalia kepada awak media dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (2/10/2023).

Berdasarkan kelompok pengeluaran maka inflasi tahunan pada September 2023 terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yaitu 4,17% dan memberikan andil 1,08% terhadap inflasi umum.

Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi kelompok ini adalah beras dengan andil inflasi sebesar 0,55%, rokok kretek filter dengan andil inflasi 0,19%, bawang putih dengan andil inflasi sebesar 0,08%, daging ayam ras dengan andil inflasi 0,07%, dan rokok putih dengan andil inflasi 0,07%.

“Beberapa komoditas lainnya yang menjadi penyumbang terbesar inflasi September 2023 adalah biaya kontrak rumah yang memberikan andil inflasi 0,01%, emas perhiasan dengan andil 0,08%, dan biaya sewa rumah dengan andil 0,06%,” kata Amalia.

Dari 90 kota yang dipantau BPS tercatat seluruh kota mengalami inflasi tahunan dengan inflasi 50 kota lebih tinggi dari inflasi nasional. Catatan BPS menunjukan bahwa inflasi tertinggi terjadi Manokwari 5,26% dan terendah di Manokwari sebesar 1,16% pada September 2023.

“Komoditas penyumbang inflasi di Manokwari adalah ikan segar dengan andil inflasi 1,46% angkutan udara dengan andil inflasi 0,72%, beras dengan andil inflasi 0,58%, rokok kretek filter dengan andil inflasi 0,41%, dan tomat dengan andil inflasi 0,39%,” tutur Amalia.

Komponen Inflasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia