Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp 15.700, Pemerintah Percaya Diri Fundamental Ekonomi Kuat

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Okt 2023 | 16:46 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) usai mengikuti HSBC Summit di St.Regis, Jakarta pada Rabu (11/10/2023). (B Universe Photo/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) usai mengikuti HSBC Summit di St.Regis, Jakarta pada Rabu (11/10/2023). (B Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah saat ini terjadi karena adanya penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Namun pemerintah tetap berupaya menjaga fundamental perekonomian domestik.

“Isunya dolar AS kuat terhadap berbagai currency termasuk Jepang. Jadi kita tenang-tenang saja yang penting kita menjaga fundamental ekonomi kita baik,” ucap Airlangga saat ditemui usai mengikuti HSBC Summit di St.Regis, Jakarta pada Rabu (11/10/2023).

Berdasarkan data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI posisi nilai tukar rupiah adalah Rp 15.710 pada Rabu (11/10/2023).

Salah satu fundamental perekonomian yang dinilai masih stabil adalah kondisi inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi year on year 2,28% pada September 2023. Adapun target sasaran inflasi pemerintah sebesar 3%±1% selama tahun 2023 ini.

ADVERTISEMENT

“Inflasi kita kan masih rendah, beberapa komoditas, harga minyak juga masih terkendali, relatif. Kita lihat saja ya (perkembangannya),” tutur Airlangga.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah ini lebih memberikan dampak negatif kepada pengusaha. Pihak yang merasakan keuntungan dari pelemahan rupiah umumnya hanya eksportir komoditas mentah.

Sedangkan sektor usaha lain (eksportir produk manufaktur dan pelaku usaha berorientasi pasar domestik) hampir seluruhnya mengalami peningkatan beban overhead usaha, pelemahan daya saing serta cenderung menunda ekspansi usaha/investasi jangka pendek-menengah.

Hal tersebut juga memberikan imbas negatif ke masyarakat karena cenderung menciptakan inflasi yang lebih tinggi dan penurunan daya beli masyarakat secara umum. “Kalau dibiarkan berlama-lama, pelemahan rupiah bisa menciptakan perlambatan pertumbuhan yang serius, bahkan tidak tertutup kemungkinan menyebabkan deindustrialisasi karena komponen biaya usaha di Indonesia saat ini pun sudah merupakan nomor 1 atau nomor 2 termahal di kawasan,” ungkap Shinta.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah ini dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar yang kembali menguat setelah sebelumnya cenderung melemah karena pelaku pasar mencermati ketegangan geopolitik yang dipicu oleh perang Israel-Hamas.

“Pada saat yang sama pelaku pasar juga menantikan rilis notulensi rapat FOMC bulan September yang lalu dan menantikan rilis data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis mendatang,” terang Josua.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia