Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Pulau Jawa Masih Dominasi Kue Perekonomian Nasional pada Kuartal III-2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Nov 2023 | 14:30 WIB
BAGIKAN
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti kabut tebal polusi di Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti kabut tebal polusi di Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan struktur perekonomian Indonesia secara spasial masih didominasi oleh wilayah Pulau Jawa pada kuartal III-2023. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memiliki peranan terhadap PDB sebesar 57,12% dengan pertumbuhan ekonomi 4,83%.

“Secara struktur ekonomi Indonesia berdasarkan wilayah masih terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (6/11/2023).

Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera mencapai 4,5% dengan kontribusi sebesar 22,16% ke pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023. Pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan sebesar 4,83% dengan kontribusi sebesar 8,08% ke pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi mencapai 6,44% dengan kontribusi 7,25% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,43% dan memberikan kontribusi sebesar 2,8% ke pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Maluku dan Papua sebesar 9,25% dan memberikan kontribusi 2,59% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023.

“Secara wilayah pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh walaupun melambat di beberapa pulau kecuali Maluku dan Papua Maluku dan Papua secara agregat menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menguat bahkan yang tertinggi dibandingkan dengan wilayah lain pada kuartal III-2023,” tutur Amalia.

BPS: Pulau Jawa Masih Dominasi Kue Perekonomian Nasional pada Kuartal III-2023
Sumber: BPS

Jika dilihat secara spasial pertumbuhan industri pengolahan terbesar terjadi di Maluku Utara tumbuh 51,02% year on year didorong oleh peningkatan pada industri logam dasar utamanya ferronickel, mixed hydroxide precipitate, serta nickel matte. Kedua yaitu pertumbuhan industri Maluku tumbuh 30,42% year on year (yoy) didorong oleh peningkatan produksi pengolahan tembaga.

Ketiga yaitu pertumbuhan industri di Provinsi Sulawesi Tengah tumbuh 27,99% didorong oleh peningkatan produksi besi baja dan nikel sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri pada produk tersebut.

Lima daerah dengan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tertinggi adalah Kalimantan Utara (13,08%) Nusa Tenggara Barat (12,08%); Kalimantan Timur (12,06%); Kepulauan Riau (10,12%); Sumatera Barat (9,3%).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia