Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkeu Telah Lakukan Penarikan Utang Rp 203,6 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
24 Nov 2023 | 17:24 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melakukan pembiayaan utang sebesar Rp 203,6 triliun per 31 Oktober 2023. Angka ini menunjukkan kontraksi sebesar 59,9% dari posisi Oktober 2022 yang saat itu sebesar Rp 507,3 triliun. Pemerintah menargetkan realisasi pembiayaan utang selama tahun 2023 ini senilai Rp 696,3 triliun.

“Kalau kita lihat, pembiayaan utang itu negative growth-nya sangat dalam 59,9%,. Artinya kita hanya merealisir kurang dari 30% dari yang ada dalam UU APBN,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta yang berlangsung secara virtual pada Jumat (24/11/2023).

Realisasi pembiayaan utang sebesar Rp 203,6 triliun terbagi dalam bentuk surat berharga negara (SBN) senilai Rp 185,4 triliun dan pinjaman sebesar Rp 18,2 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 realisasi SBN mengalami kontraksi sebesar 62,9%, sebab pada Oktober 2022 realisasi penarikan utang SBN mencapai Rp 500,3 triliun. Sedangkan realisasi utang melalui pinjaman mengalami pertumbuhan hingga 159,7% dari posisi Oktober 2022 yang sebesar Rp 7 triliun.

ADVERTISEMENT

“Untuk SBN yang seharusnya diterbitkan sesuai UU APBN (2023) itu mencapai Rp 712,9 triliun, tetapi kita hanya menerbitkan Rp 185,4 triliun. Ini artinya turun drastis dari tahun lalu yang mencapai Rp 500,3 triliun, turunnya 62,9% dari sisi penerbitan SBN neto,” kata Sri Mulyani.

Kemenkeu Telah Lakukan Penarikan Utang Rp 203,6 Triliun
Pembiayaan utang hingga Oktober 2023. (Sumber: Kementerian Keuangan)

Pengelolaan pembiayaan utang terjaga baik, dilakukan secara prudent dan akuntabel pengadaan pembiayaan utang melalui lelang domestik masih on-track. Pengadaan utang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan tahun 2023 dan antisipasi tantangan 2024. Pemerintah juga telah menerbitkan sukuk global sebesar US$ 2 miliar di tengah kondisi pasar yang cukup volatile.

“Pemerintah baru-baru ini mengeluarkan SBN dalam bentuk sukuk global sebesar US$ 2 miliar, dan ini mengalami issuance yang sangat baik, padahal dalam situasi pasar yang masih sangat volatile,” tutur Sri Mulyani.

Penerbitan sukuk global sebesar US$ 2 miliar pada November 2023 terdiri dari US$ 1 miliar tenor 1 tahun (yield 5,4%) dan US$ 1 miliar tenor 10 tahun (yield 5,6%). Penerbitan ini oversubscribe 2,8 kali dan menjadi green sukuk global keenam yang diterbitkan Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia