Jumat, 15 Mei 2026

Imbas Geopolitik dan Cuaca, Sri Mulyani Ingatkan Inflasi Komoditas Pangan

Penulis : Vinnilya Huanggrio
24 Nov 2023 | 21:27 WIB
BAGIKAN
Suasana pembeli di lapak pasar tradisional kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2023). Harga pangan di sejumlah daerah mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kali ini, terpantau harga cabai rawit hingga gula pasir mengalami tren kenaikan. Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga tiga jenis cabai sama-sama mengalami kenaikan. Rinciannya, cabai merah keriting dengan harga rata-rata Rp 69.150 per kilogram (kg). Lalu, Cabai Rawit Hijau dengan rata-rata Rp 68.000 per kg, dan Cabai Rawit Merah dengan rata-rata Rp 90.000 per kg. (B Univese Photo/Joanito De Saojoao)
Suasana pembeli di lapak pasar tradisional kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2023). Harga pangan di sejumlah daerah mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kali ini, terpantau harga cabai rawit hingga gula pasir mengalami tren kenaikan. Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) harga tiga jenis cabai sama-sama mengalami kenaikan. Rinciannya, cabai merah keriting dengan harga rata-rata Rp 69.150 per kilogram (kg). Lalu, Cabai Rawit Hijau dengan rata-rata Rp 68.000 per kg, dan Cabai Rawit Merah dengan rata-rata Rp 90.000 per kg. (B Univese Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa harga komoditas baik energi dan pangan/pertanian year to date (ytd) terus berfluktuasi dipicu faktor geopolitik dan cuaca.

“Kita lihat dari mulai minyak bumi yaitu Brent yang mengalami koreksi hampir 6%, sempat meningkat, tetapi kemudian melemah kembali,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2023 secara daring, Jumat (24/11/2023).

Penurunan harga komoditas energi disusul oleh natural gas alam yang turun 30,8% secara yoy, batu bara (coal) turun 69,7% secara year on year (yoy) dan crude palm oil (CPO) turun 10,1%. Selanjutnya kata Sri, berbagai komoditas pangan seperti gandum, kedelai dan beras juga mengalami penurunan meskipun untuk beras terjadi kenaikan yang cukup tinggi dalam dua bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

“Kenaikan harga beras dua bulan terakhir itu dipengaruhi oleh El Nino dan turut menyebabkan inflasi di berbagai negara termasuk di Indonesia,” sebut Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani mengingatkan, volatilitas komoditas pangan menjadi salah satu faktor kenaikan inflasi yang harus diwaspadai, di samping penurunan inflasi barang/jasa yang perkembangan harganya diatur pemerintah (administered prices).

Menurut Sri Mulyani, inflasi akibat food volatile sudah mulai mengalami kenaikan dibandingkan dengan Juli yaitu sebesar 5,5%. “Ini disebabkan komoditas seperti beras, cabai dan gula pasir mengalami kenaikan terutama pada bulan-bulan September dan Oktober lalu,” kata dia.

“Meskipun demikian Indonesia masih relatif dalam posisi inflasinya rendah dibandingkan negara-negara maju maupun secara global, ini yang perlu untuk dijaga dan dipertahankan,” tandas Menkeu Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia