Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkeu Perkirakan Defisit APBN 2023 Berada di Bawah 2,3% dari PDB

Penulis : Arnoldus Kristianus
25 Nov 2023 | 10:20 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (Foto: Beritasatu.com)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (Foto: Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) memperkirakan defisit APBN 2023 akan berada di bawah 2,3%. Prognosa ini tidak terlepas dari kinerja belanja dan pendapatan negara.

Dalam laporan semester I-2023 pemerintah sudah membuat prognosa bahwa defisit APBN akan mencapai 2,3% dari PDB atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 2,8% dari PDB. Dengan dinamika yang terjadi saat ini angka defisit bisa lebih rendah dari 2,3%.

“Peluang untuk defisit lebih rendah dibandingkan dengan 2,3% itu memang terlihat semakin nyata. Sehingga yang menjadi modal bagi APBN kita untuk tetap bisa berfungsi sebagai shock absorber maupun juga penopang  pertumbuhan ekonomi dan juga konsumsi masyarakat,” ungkap Febrio dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta,Jumat (24/11/2023).

ADVERTISEMENT

APBN Oktober mencatatkan defisit sebesar Rp 700 miliar atau 0,003% PDB, sementara keseimbangan primer masih tercatat positif sebesar Rp 365,4 triliun. Realisasi Belanja Negara mencapai Rp 2.240,8 triliun atau 73,2% Pagu APBN, terkontraksi 4,7% (yoy). Komponen Belanja Pemerintah Pusat (BPP) telah terealisasi sebesar Rp 1.572,2 triliun (70,0% dari Pagu), ditopang Belanja K/L sebesar Rp 768,7 triliun dan Belanja non-K/L sebesar Rp 803,6 triliun.

Sebanyak 57,2% dari BPP atau sebesar Rp 899,1 triliun merupakan belanja yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik di sektor perlindungan sosial, petani, dan UMKM, sektor Pendidikan, dan sektor infrastruktur. Penyaluran transfer ke daerah (TKD) per Oktober 2023 mencapai Rp 668,5 triliun (82,1% dari Pagu) atau turun 1,6% (yoy).

Febrio mengatakan, kinerja belanja tetap kuat menopang pemulihan ekonomi. Pada saat yang sama belanja negara juga berperan mendukung konsumsi masyarakat. Hal ini terlihat baik secara natural terjadi dari pertumbuhan ekonominya maupun juga pemerintah melihat kebutuhan untuk adanya penebalan bantuan sosial (bansos).

“Bansos dalam konteks El Nino dan juga harga komoditas, inilah kemudian dinamika yang kemudian tercermin di dalam APBN,” kata Febrio.

Realisasi pendapatan Negara mencapai Rp 2.240,1 triliun (90,9% dari target APBN 2023), tumbuh 2,8% (yoy). Penerimaan Pajak telah mencapai Rp 1.523,7 triliun (88,69%% dari target), tumbuh 5,3% (yoy), melambat dari bulan sebelumnya 5,9% (yoy). Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp220,8 triliun (72,8% dari target), turun 13,6% (yoy) dipengaruhi penurunan bea keluar dan cukai. Realisasi penerimaan negara bukan pajak yaitu sebesar Rp 494,2 triliun (112,0% dari Target) atau tumbuh 3,7% (yoy).

“APBN kita bersifat forward looking sehingga antisipatif dan ini sudah terbukti bahwa di perkembangan sisi penerimaan APBN kita pun ini relatif lebih baik dibandingkan APBN yang sudah kita siapkan, sehingga di outlook-nya di laporan semester I -2023 juga kita lakukan penyesuaian-penyesuaian yang lebih mencerminkan kondisi terkini,” tutur Febrio.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 41 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia