Kamis, 14 Mei 2026

BPS Sebut Nilai Impor Februari 2024 Terkontraksi 0,29%

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Mar 2024 | 11:17 WIB
BAGIKAN
PLT Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti
PLT Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut nilai impor pada Februari 2024 mencapai US$ 18,44 miliar. Nilai tersebut turun 0,29% dari Januari 2024 tetapi tumbuh 15,84% dari posisi Februari 2023.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan,  penurunan nilai impor secara bulanan terjadi pada kelompok bahan baku/penolong. Sementara itu, peningkatan impor secara tahunan disumbang oleh kelompok barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal.

Impor migas pada Februari 2024 senilai US$ 2,98 miliar, meningkat 10,42% dibandingkan Januari 2024 dan tumbuh 23,82% dibandingkan Februari 2023. Impor nonmigas pada Februari 2024 mencapai US$ 15,46 miliar atau terjadi kontraksi 2,12% dibandingkan Januari 2024 atau naik 14,42% dibandingkan Februari 2023.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan impor non migas secara tahunan didorong oleh beberapa komoditas antara lain mesin peralatan mekanis serta bagiannya dengan andil 3,43%; plastik dan barang dari plastik dengan andil 2,17%; serta mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya memberikan andil 2%,” jelas Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Jumat (15/3/2024).

Jika dilihat menurut impor terbagi dalam tiga kelompok. Pertama yaitu impor barang konsumsi sebesar US$ 1,86 miliar pada Februari 2024. Impor barang konsumsi tumbuh secara bulanan dan tahunan masing-masing sebesar 5,11% dan 36,49%. Kedua yaitu impor barang modal sebesar US$ 3,27 miliar pada Februari 2024 secara bulanan tumbuh 0,44% sedangkan secara tahunan terjadi pertumbuhan hingga 18,52%. Ketiga yaitu impor bahan baku/penolong sebesar US$ 13,3 miliar pada Februari 2024.

Nilai tersebut menunjukkan kontraksi 1,18% dari Januari 2024 namun tumbuh 12,82% dari posisi Februari 2023. Komponen bahan baku penolong menyumbang 72,14% dari total impor pada Februari 2024.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 42 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 51 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia