Sabtu, 4 April 2026

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Tengah Turbulensi Perekonomian Global

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Mei 2024 | 15:59 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa)

JAKARTA, investor.id – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan bahwa kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga baik. Kinerja sistem keuangan ditopang oleh kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan stabilitas sektor keuangan.

Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati mengatakan walaupun kinerja sistem keuangan terjaga, tetapi terdapat peningkatan ketidakpastian kondisi fiskal, moneter, dan gejolak geopolitik global yang telah mendorong peningkatan tekanan di pasar keuangan global. Kondisi perekonomian global dikhawatirkan dapat mempengaruhi kinerja perekonomian di tanah air.

KSSK berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko perlambatan ekonomi dan berlanjutnya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global serta gejolak geopolitik yang eskalatif termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik.

Advertisement

“KSSK terus melakukan assesment forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini. Seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi dan keuangan global yang meningkat, juga gejolak geopolitik yang makin eskalatif,” ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2024 yang dipantau Investor Daily secara virtual pada Jumat (3/5/2024).

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi global akan stagnan di angka pada 3,2%. Hal ini berdasarkan World Economic Outlook yang diterbitkan oleh Lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada April 2024. “Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan relatif stagnan dengan berbagai risiko dan tantangan yang berkembang,” tutur Sri Mulyani.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) sebesar diperkirakan akan menguat 2,7% pada tahun 2024. Hal ini berdampak pada potensi penundaan dimulainya pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed atau terjadinya era higher for longer di AS. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan melambat dari 5,2% year on year pada tahun 2023 menjadi 4,6% pada tahun 2024.

Sri Mulyani mengatakan, dinamika ekonomi keuangan global mengalami perubahan sangat cepat dengan kecenderungan ke arah negatif. Khususnya akibat eskalasi perang di Timur Tengah dan ketegangan geopolitik yang makin tinggi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 20 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 29 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia