Belanja Pegawai Sentuh Rp 96,2 Triliun karena Terdongkrak Pembayaran Gaji dan THR ASN
JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pegawai Kementerian/Lembaga (K/K) mencapai Rp 96,2 triliun per 30 April 2024. Angka ini tumbuh 19,5% dari periode yang sama tahun 2023. Realisasi belanja melonjak karena pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan kenaikan gaji dari ASN/TNI/Polri.
"Sampai 30 April 2024, kita sudah membelanjakan sebesar Rp 96,2 triliun untuk berbagai belanja pegawai. Dalam bentuk tunjangan kinerja,gaji dan tunjangan hari raya. Angka ini naik tajam 19,5% dari tahun sebelumnya," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (27/5/2024).
Jika dirinci nilai belanja pegawai K/ L sebesar Rp 96,2 triliun terbagi dalam belanja reguler untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja sebesar Rp 79,8 triliun dan belanja, lalu belanja untuk pembayaran THR sebesar Rp 16,4 triliun.
Lebih lanjut, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 belanja reguler tumbuh 16% dan belanja untuk THR meningkat pesat hingga 40,2%.
Adapun realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan 30 April 2024 sebesar Rp 591,7 triliun. Realisasi ini sudah 24% pagu dan tumbuh double digit hingga 13,2% year on year Pertumbuhan realisasi belanja pemerintah pusat utamanya dipengaruhi oleh pembayaran THR dan akan ternormalisasi pada kuartal II-2024.
"Tumbuhnya cukup tinggi double digit di 13,2% year on year. Angka ini agak bisa dibandingkan adalah dari 2020 ke 2021, dimana tahun 2020 saat pertama terjadi covid semuanya ambles dan kita recover di 2021 tumbuhnya 28,1%, sekarang di 13,2%. Kalau sekarang penyebabnya adalah belanja untuk pelaksanan pemilu pada Februari," tutur Sri Mulyani.
Belanja K/L Rp 304,2 triliun (27,9% dari pagu) karena dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur, dan dukungan pelaksanaan pemilu. Belanja non K/L Rp 287,6 triliun (20,9% dari pagu) karena dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


