Jumat, 15 Mei 2026

Belanja Pegawai Sentuh Rp 96,2 Triliun karena Terdongkrak Pembayaran Gaji dan THR ASN

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Mei 2024 | 21:23 WIB
BAGIKAN
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti apel pertama awal tahun di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024). Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan gaji PNS 2024 sebesar 8 persen dan pensiunan sebesar 12 persen. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom)
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengikuti apel pertama awal tahun di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/1/2024). Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan gaji PNS 2024 sebesar 8 persen dan pensiunan sebesar 12 persen. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pegawai Kementerian/Lembaga (K/K) mencapai Rp 96,2 triliun per 30 April 2024. Angka ini tumbuh 19,5% dari periode yang sama tahun 2023. Realisasi belanja melonjak karena pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan kenaikan gaji dari ASN/TNI/Polri.

"Sampai 30 April 2024, kita sudah membelanjakan sebesar Rp 96,2 triliun untuk berbagai belanja pegawai. Dalam bentuk tunjangan kinerja,gaji dan tunjangan hari raya. Angka ini naik tajam 19,5% dari tahun sebelumnya," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (27/5/2024).

Jika dirinci nilai belanja pegawai K/ L sebesar Rp 96,2 triliun terbagi dalam belanja reguler untuk pembayaran gaji dan tunjangan kinerja sebesar Rp 79,8 triliun dan belanja, lalu  belanja untuk pembayaran THR sebesar Rp 16,4 triliun.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 belanja reguler tumbuh 16% dan belanja untuk THR meningkat pesat hingga 40,2%.

Adapun realisasi belanja pemerintah pusat  sampai dengan  30 April 2024 sebesar Rp 591,7 triliun. Realisasi ini sudah 24% pagu  dan tumbuh double digit hingga 13,2% year on year Pertumbuhan realisasi belanja pemerintah pusat  utamanya  dipengaruhi oleh pembayaran THR dan akan  ternormalisasi pada kuartal II-2024.

"Tumbuhnya cukup tinggi double digit di  13,2% year on year. Angka ini agak bisa dibandingkan adalah dari 2020 ke 2021, dimana tahun 2020 saat  pertama terjadi covid semuanya ambles dan kita recover di 2021 tumbuhnya 28,1%, sekarang di 13,2%. Kalau sekarang penyebabnya adalah belanja untuk pelaksanan pemilu pada Februari," tutur Sri Mulyani.

Belanja K/L Rp 304,2 triliun (27,9% dari pagu) karena dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur, dan dukungan pelaksanaan pemilu. Belanja non K/L Rp 287,6 triliun (20,9% dari pagu) karena dipengaruhi oleh realisasi subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia