Jumat, 15 Mei 2026

APBN 2025 Jadi Fondasi untuk Agenda Pembangunan Berkelanjutan

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Jun 2024 | 14:05 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap kerangka RAPBN 2025 dalam rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024 di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap kerangka RAPBN 2025 dalam rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024 di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah tengah melakukan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik kehati-hatian. APBN 2025 menjadi APBN transisi untuk dilaksanakan oleh pemerintah yang akan datang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025 juga dirancang agar tetap dapat menjaga kesinambungan fiskal dan pembangunan nasional terutama di dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

“Oleh karena itu APBN 2025 akan menjadi fondasi yang kuat untuk menopang agenda-agenda pembangunan menuju tujuan tersebut,” ucap Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Gedung DPR pada Selasa (4/6/2024).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan bahwa APBN yang sehat, kredibel dan berkelanjutan akan menjadi instrumen vital dalam menjaga kinerja perekonomian Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Lebih lanjut di tengah tantangan dan risiko ketidakpastian Global yang masih sangat tinggi KEM PPKF 2025 didesain dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudent namun tetap fleksibel dan akuntabel untuk mengantisipasi dinamika eksternal yang sedang terjadi.

“Masih banyak pekerjaan rumah dan agenda pembangunan yang perlu untuk ditangani dan diselesaikan yaitu cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Ini adalah sebuah cita-cita yang membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh komponen bangsa,” tutur Sri Mulyani.

Pendapatan negara diperkirakan mencapai 12,14% sampai dengan 12,36% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Belanja Negara ada di kisaran 14,59 hingga 15,18% dari PDB, sedangkan keseimbangan primer tetap dijaga menuju positive defisit dikendalikan pada kisaran 2,45 hingga 2,82% PDB.

Rasio utang Indonesia tetap dijaga pada batas yang prudent namun tetap efektif menjawab berbagai agenda pembangunan yaitu pada kisaran 37,9% hingga 38,71% dari PDB. Sedangkan kebijakan defisit dalam APBN 2025 ditetapkan secara terarah dan terukur antara 2,45 hingga 2,82% dari PDB untuk membiayai seluruh program-program prioritas pemerintah baru.

“Pembiayaan akan dijaga dan dikelola melalui pembiayaan inovatif prudent dan sustainable melalui berbagai manajemen utang Indonesia yang terus di benchmark secara global agar menciptakan kepercayaan dan transparansi,” kata Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia