Jumat, 15 Mei 2026

Defisit APBN 2025 Dipatok 2,82%, Sri Mulyani: Terukur dan Terarah

Penulis : Arnoldus Kristianus
4 Jun 2024 | 14:13 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menyerahkan berkas berisi tanggapan pemerintah atas pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap kerangka RAPBN 2025 kepada Ketua DPR Puan Maharani (kanan) dalam rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024 di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menyerahkan berkas berisi tanggapan pemerintah atas pandangan Fraksi PDI Perjuangan terhadap kerangka RAPBN 2025 kepada Ketua DPR Puan Maharani (kanan) dalam rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024 di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penetapan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 dalam kisaran 2,45% sampai 2,82% dari produk domestik bruto (PDB) dilakukan secara terarah dan terukur.

Nantinya APBN 2025 akan digunakan untuk membiayai seluruh program-program prioritas pemerintah baru. Mengingat tahun 2025 menjadi tahun pertama kepemimpinan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di periode 2025-2029.

“Pembiayaan akan dijaga dan dikelola melalui pembiayaan inovatif prudent dan sustainable melalui berbagai manajemen utang Indonesia yang terus di benchmark secara global agar menciptakan kepercayaan dan transparansi. Pemerintah akan menjaga rasio utang pada batas yang prudent,” ucap Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Gedung DPR pada Selasa (4/6/2024).

ADVERTISEMENT

Pendapatan negara diperkirakan mencapai 12,14% sampai dengan 12,36% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Belanja Negara ada di kisaran 14,59 hingga 15,18% dari PDB keseimbangan primer tetap dijaga menuju positive, defisit dikendalikan pada kisaran 2,45 hingga 2,82% PDB.

Rasio utang Indonesia tetap dijaga pada batas yang prudent namun tetap efektif menjawab berbagai agenda pembangunan yaitu pada kisaran 37,9% hingga 38,71% dari PDB.

Pemerintah menggunakan berbagai instrumen fiskal agar bisa menciptakan inovatif pembiayaan namun tetap terjaga. Dalam hal ini pemerintah akan mengoptimalkan Special Mission Vehicle dalam menghadirkan pembiayaan inovatif.

“Pemerintah juga menggunakan sisa anggaran lebih untuk mengantisipasi ketidakpastian untuk menciptakan akses pembiayaan bagi usaha kecil menengah termasuk masyarakat berpendapatan rendah melalui berbagai skema kerjasama pemerintah dan juga badan usaha yang menjadi berbagai pilihan dari pembiayaan inovatif,” terang Sri Mulyani.

Defisit APBN 0%

Sebelumnya Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Edy Wuryanto meminta pemerintah untuk menurunkan defisit hingga 0% dalam APBN 2025. Langkah ini dilakukan agar tidak membebani pemerintahan rezim berikutnya dalam menjalankan program-program pembangunan.

“Sebagai APBN transisi kebijakan defisit diarahkan pada surplus anggaran atau defisit 0%. Pada APBN transisi tidak sepantasnya pemerintah lama memberikan beban defisit atas program-program yang belum merupakan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) dan RPJMN (Rencana Pemerintah Jangka Menngah Nasional) program baru,” ungkap Edy.

Edy mengatakan ruang insentif fiskal yang disediakan harus memperhatikan rasa keadilan masyarakat, memperkuat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui penyempurnaan pungutan PNBP secara maksimal, meningkatkan kinerja BUMN. Pemerintah harus melakukan pengelolaan sumber daya alam yang maksimal untuk penerimaan negara berkelanjutan dan memperkuat industri hulu. Dalam KEM PPKF 2025, pendapatan negara diperkirakan mencapai kisaran 12,14% hingga 12,36% dari PDB.

“Industri hulu harus dikembangkan kepada komoditas-komoditas strategis yang lebih luas. PNBP yang terkait dengan layanan umum harus disertai dengan pelayanan yang meningkat,” terang Edy.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia