Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Perkirakan BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan

Penulis : Arnoldus Kristianus
20 Aug 2024 | 17:31 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, investor.id – Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di angka 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur Agustus 2024 pada 19-20 Agustus 2024. Hal ini mengacu pada kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed dan kondisi perekonomian di dalam negeri.

“Kami memperkirakan bahwa BI tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan penurunan suku bunga,” ucap Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi pada Selasa (20/8/2024).

Kondisi pasar keuangan global telah membaik akibat sentimen risk-on yang didorong oleh meningkatnya potensi penurunan suku bunga The Fed dan inflasi domestik yang stabil, yang membuka ruang untuk penurunan suku bunga acuan. Menurut Josua, BI masih akan mempertimbangkan ketidakpastian global, terutama terkait kondisi geopolitik dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang diproyeksikan melambat.

ADVERTISEMENT

Kondisi perekonomian global khususnya yang terkait dengan ketegangan geopolitik dan prospek pertumbuhan ekonomi global masih mengkhawatirkan, sehingga menimbulkan risiko bagi pergerakan nilai tukar rupiah.

“Perlambatan ekonomi global ini dapat memberikan tekanan pada sektor eksternal Indonesia, sehingga meningkatkan risiko pelebaran defisit neraca transaksi berjalan di tengah tren ekspansi defisit fiskal,” terang Josua.

Josua mengatakan bahwa BI baru akan mulai menurunkan BI-rate setelah The Fed secara definitif menurunkan Federal Funds Rate (FFR). Saat ini fundamental ekonomi Indonesia cukup solid dan masih prospektif. Sebagian besar tekanan berasal dari eksternal, terutama terkait dengan ketegangan geopolitik, suku bunga kebijakan global, dan kondisi ekonomi global.

“Jika tekanan eksternal mulai mereda, kami melihat adanya ruang yang cukup bagi BI untuk melakukan penurunan suku bunga,” kata Josua.

Indonesia Kembali Dilirik

Senada dengan Josua, Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang mengatakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada Agustus 2024 ini. Lantaran nilai tukar rupiah menguat dan inflow investor asing ke obligasi pemerintah dan saham dalam sepekan ini terpantau cukup signifikan. Ruang BI untuk menurunkan suku bunga masih melihat kebijakan The Fed di September dan perkembangan data indikator ekonomi Amerika Serikat.

“Kita perkirakan kalau rilis data ekonomi Amerika Serikat terus melemah khususnya tenaga kerja dan inflasi, ini semakin mendukung BI untuk bisa memangkas suku bunga acuan pada kuartal IV-2024 karena masih akan menyongsong transisi kepemimpinan di Oktober dan Pilkada,” ucap Hosianna saat dihubungi pada Selasa (20/3/2024).

Dia mengatakan investor asing terpantau sudah kembali memilih Indonesia sebagai alokasi dari suku bunga di global dan suku bunga The Fed yang diperkirakan segera turun. Bila The Fed menurunkan suku bunga acuan, maka akan membuat aset keuangan Indonesia menarik.

“Bila suku bunga acuan The Fed sudah rendah tetapi outlook global dan regional masih lesu ini ga serta merta mendorong nilai tukar rupiah karena investor cenderung memilih safe haven,” terang Hosianna.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia