Minggu, 21 Juni 2026

Pemerintah dan Komisi XI DPR Sepakat Nilai Tukar Rupiah Dijaga Rp 16.000

Penulis : Arnoldus Kristianus
28 Aug 2024 | 21:09 WIB
BAGIKAN
Pihak pemerintah saat memberikan paparan dalam rapat kerja tentang RUU APBN 2025 bersama Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (28/8/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)
Pihak pemerintah saat memberikan paparan dalam rapat kerja tentang RUU APBN 2025 bersama Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (28/8/2024). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)

JAKARTA, investor.id – Komisi XI DPR dan pemerintah sudah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2025. Untuk nilai tukar rupiah, kedua belah pihak sepakat agar rupiah di level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini lebih rendah dari usulan pemerintah yang sebesar Rp 16.100 per dolar AS.

Ketua Komisi XI DPR RI Kahar Muzakir mengatakan, penetapan asumsi nilai tukar rupiah ini dilakukan setelah melalui perundingan dan melihat kondisi perekonomian global yang terjadi saat ini.

“Kami sudah berunding dan kelihatannya kita menuju kesepakatan di angka Rp16.000 dan 7% (untuk suku bunga SBN 10 tahun),” kata Kahar dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah di Gedung DPR pada Rabu (28/8/2024).

ADVERTISEMENT

Suku bunga surat berharga negara (SBN) 10 tahun disepakati menjadi 7% dari usulan awal 7,1%. Adapun hanya asumsi rupiah dan suku bunga SBN yang berubah dari yang diajukan pemerintah, sedangkan untuk asumsi makro yang lainnya masih sesuai dengan usulan awal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan langkah pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 16.100 per dolar AS dalam RAPBN 2025 dilakukan karena harus mewaspadai dinamika perekonomian global yang terjadi saat ini.

Dalam tiga bulan terakhir mata uang rupiah dan sejumlah negara mengalami tekanan karena adanya penguatan dolar AS. Namun memasuki dua pekan terakhir nilai tukar rupiah kembali menguat. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah memiliki kaitan erat dengan kondisi perekonomian dunia.

“Dua minggu terakhir, kita melihat rupiah mengalami apresiasi yang cukup kuat, ini menggambarkan bahwa ada faktor global yang mempengaruhi, terutama dari sisi negara-negara maju yang memiliki dampak kepada seluruh dunia,” ucap Sri Mulyani.

Rincian Asumsi Dasar Makro RAPBN 2025

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 44 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia