Minggu, 21 Juni 2026

Rupiah Diterawang Kembali Masuk Zona Tekanan, Pakar Ungkap Penyebabnya

Penulis : Natasha Khairunisa
19 Jun 2026 | 12:38 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat siang, 19 Juni 2026. 

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.30 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini masih bertahan di level Rp 17.848 per dolar AS. 

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada Jumat pagi (19/6) dibuka melemah 54 poin (0,30%) ke level Rp 17.848 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

Analis di Bank Woori Saudara, Rully Nova memprediksi pelemahan rupiah akan terus berlanjut melemah menjelang akhir pekan.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.780 - Rp 17.860 per dolar AS, masih dipengaruhi oleh faktor-faktor global," kata Rully kepada Investor Daily di Jakarta pada Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, faktor-faktor eksternal yang melemahkan rupiah yaitu penahanan suku bunga Federal Reserve tetap tinggi untuk menekan risiko lonjakan inflasi AS.

"Kebijakan suku bunga The Fed yang hawkish memupus harapan penurunan suku bunga satu kali di tahun ini. Di sisi lain timbul kekhawatiran kenaikan suku bunga 1-2 kali lagi di tahun ini yg membuat indeks dolar AS terus menguat hingga 100.80 saat ini," beber Rully.

Dari sisi domestik, Rully menilai,  kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate belum mampu menahan perlemahan rupiah, karena posisi dolar AS yang masih kuat.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah suku bunga acuan sebelumnya telah dikerek sebanyak 75 basis poin (bps).

"Sampai akhir bulan juni ini kecenderungan rupiah masih akan pada tren perlemahan baik karna dolar AS yang sangat kuat maupun secara historis rupiah selalu melemah di bulan juni,"

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia