Sabtu, 20 Juni 2026

Nasib Rupiah Pekan Depan Diungkap Pakar Bakal Begini

Penulis : Natasha Khairunisa
19 Jun 2026 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi mata uang rupiah. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ilustrasi mata uang rupiah. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) diprediksi bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin depan, 22 Juni 2026.

Pada perdagangan Jumat sore (19/6/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 7 poin ke level Rp 17.801 terhadap dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.794 per dolar AS.

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.800 - Rp 17.850," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan yang diperoleh pada Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Ibrahim memproyeksi nilai tukar rupiah akan fluktuatif dalam sepekan ke depan di sekitar level Rp 17.500 - 18.000 per dolar AS.

Ibrahim mengungkapkan, rupiah masih dibayangi prospek negatif meski sentimen pasar global telah membaik setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, dan memulihkan perlintasan Selat Hormuz.

Rupiah juga diproyeksi kembali melemah setelah para pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan sinyal kenaikan suku bunga hanya satu kali hingga akhir tahun 2026.

"Meskipun ekspektasi inflasi yang lebih rendah biasanya akan mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar, investor malah fokus pada kesediaan The Fed yang diperbarui untuk memperketat kebijakan lebih lanjut jika tekanan harga terus berlanjut," bebernya.

Dari sisi internal, rupiah diprediksi kembali melemah pekan depan imbas sentimen tentang pengumuman lembaga indeks kinerja saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menetapkan peringkat kriteria arus informasi (information flow) Indonesia menjadi negatif.

 MSCI juga menambahkan bahwa tingkat liberalisasi valuta asing di Indonesia masih sangat terbatas. Namun, MSCI mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market, karena Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar. 

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 14 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 36 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 46 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 59 menit yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 1 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia