Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga dan Bos Pengusaha Bahas UMP 2025, Ini Detailnya

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
30 Okt 2024 | 20:53 WIB
BAGIKAN
Menko Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) bersama Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani (dua kiri) dalam pertemuan terkait industri padat karya  di kantor menko perekonomian Jakarta, Rabu (30/11/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menko Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) bersama Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani (dua kiri) dalam pertemuan terkait industri padat karya di kantor menko perekonomian Jakarta, Rabu (30/11/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator (Menko) Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani dan jajarannya. Pertemuan itu membahas kebijakan pemerintah terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025.

“Pertemuan kali ini adalah pertemuan untuk mendengar masukan dari Apindo, tentunya kita ketahui bahwa Apindo ini bagian dari tripartit dengan Serikat Pekerja dan Pemerintah, terutama dalam siklus terkait dengan pengupahan,” ujar Airlangga, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Airlangga mengatakan, pengusaha berharap kebijakan upah minimum bagi pekerja pada 2024 dapat mempertimbangkan sejumlah faktor. Faktor yang dimaksud antara lain mencerminkan perkembangan perekonomian, berbasis regulasi, tak hanya berpatokan pada UMP tetapi juga mempertimbangkan struktur skala upah, serta menyesuaikan produktivitas perusahaan.

ADVERTISEMENT

“Tentu dalam pembicaraan tadi juga muncul terkait dengan kondisi terkini daripada industri padat karya. Dalam pembahasan juga para pengusaha yang tercakup dalam Apindo yang terdiri dari berbagai sektor termasuk otomotif, kawasan industri, retail, dan tekstil mengharap pengupahan dapat mencerminkan terkait dengan perkembangan perekonomian,” terang Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Shinta menuturkan bahwa para pengusaha merekomendasikan kepada pemerintah agar penetapan UMP 2025 dapat menyesuaikan kondisi perusahaan, khususnya yang bergerak di industri padat karya yang tengah terpukul.

“Oleh karenanya kami mengimbau bahwa tantangan ini harus kita perhatikan bersama, bahwa dengan kondisi yang seperti ini kita juga perlu mewaspadai, jangan sampai kondisi yang sudah berat ini akan bisa tambah besar yang harus dihadapi,” kata Shinta.

Shinta menyampaikan, Apindo juga pada kesempatan sebelumnya telah merekomendasikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar pengupahan pekerja tidak hanya berpatokan dengan UMP, tetapi penetapannya harus diserahkan kepada pelaku usaha masing-masing.

“Tadi kami mengedepankan mengenai isu bipartit, jadi di atas daripada UMP sebaiknya diserahkan kepada pelaku usaha masing-masing, karena ini tentu saja kondisinya juga berbeda-beda, jadi ini ada negosiasi bipartit dan social dialogue yang terus kami kedepankan dengan para pekerja,” ucapnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 18 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia