Jumat, 15 Mei 2026

Sesuai Perkiraan, BI Rate Ditahan 6%

Penulis : Arnoldus Kristianus
20 Nov 2024 | 14:29 WIB
BAGIKAN
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bank Indonesia Bulan November 2024 di Gedung Thamrin, Jakarta, pada Rabu (20/11/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bank Indonesia Bulan November 2024 di Gedung Thamrin, Jakarta, pada Rabu (20/11/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan alias BI Rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan November 2024. Kebijakan kali ini menjadi bulan kedua sejak bank sentral memangkas suku bunga acuan 25 basis points (bps).

“BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6% suku bunga deposit facility 5,25%, dan suku bunga landing facility 6,75%,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Bulan November 2024 di Gedung Thamrin, Jakarta, pada Rabu (20/11/2024).

Dia menambahkan, keputusan tersebut konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk menjaga terkendali inflasi dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah sasaran 2,5±1%, pada tahun 2024 dan 2025 serta mendukung pertumbuhahn ekonom berkelanjutan.

Keputusan BI untuk mempertahankan BI Rate ini sejalan dengan prediksi Ekonom Senior Ryan Kiryanto. Menurut dia, perkembangan rupiah masih berada dalam tekanan hebat akhir-akhir ini, kendati masih terjaga dalam level Rp 15.900 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

Tren rupiah itu masih jadi tantangan bagi BI pasca kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada ketidaknyamanan baru di dunia internasional dan membatasi langkah The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate (FFR) ke depan.

“Maka pilihan terbaik pada RDG BI kali ini adalah tetap menahan BI Rate di level 6%, meskipun sebenarnya inflasi domestik terkendali dan perekonomian sedang butuh stimulus pelonggaran kebijakan moneter,” ujar Ryan kepada Investor Daily pada Selasa (19/11/2024).

Menurut dia, kebijakan menahan posisi BI Rate juga cocok dengan pendekatan Bank Indonesia yang lebih pro-stability. Dengan demikian, menahan suku bunga acuan saat ini adalah langkah yang rasional.

“Ke depan BI punya ruang cukup untuk menurunkan BI Rate minimal 25 bps dengan syarat: rupiah menguat dan stabil di kisaran Rp 15.300 per dolar AS, inflasi terjaga di kisaran 2,5% dan stabilitas politik domestik terjaga,” demikian kata Ryan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia