Jumat, 15 Mei 2026

Usai Bertemu Prabowo, DPR Sebut PPN 12% Cuma Sasar Orang Kaya

Penulis : Bella Evanglista Mikaputri
5 Des 2024 | 17:25 WIB
BAGIKAN
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun (tengah kiri) dan  Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah kanan) saat memberi keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/12/2024). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun (tengah kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah kanan) saat memberi keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (5/12/2024). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

JAKARTA, investor.id – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan hasil diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana penerapan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% pada 1 Januari 2025. Kebijakan akan tetap dijalankan dengan menyasar barang-barang mewah yang hanya bisa dibeli orang kaya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dipastikan akan tetap menjalankan amanat undang-undang, tetapi dengan kebijakan yang lebih selektif.

“Kami akan tetap mengikuti undang-undang, bahwa PPN akan berjalan sesuai jadwal, yaitu 1 Januari 2025. Namun, penerapannya akan selektif, baik pada barang dalam negeri maupun impor yang berkaitan dengan barang mewah,” ujar Misbakhun usai berdiskusi dengan Prabowo di Istana Negara, Selasa (5/12/2024).

Menurut Misbakhun, masyarakat kecil tidak perlu khawatir. Penerapan PPN 12% hanya akan berlaku untuk konsumen barang mewah.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, barang kebutuhan pokok, jasa pendidikan, kesehatan, perbankan, dan layanan publik lainnya akan tetap bebas PPN atau dikenakan tarif saat ini yaitu 11%.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerangkan, pihaknya mendatangi Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait rencana kenaikan tarif PPN menjadi 12% pada Januari 2025 mendatang.

Dasco mengatakan, aspirasi tersebut juga mencakup masukan dari anggota DPR yang disampaikan dalam Sidang Paripurna DPR sebelumnya.

“Kami telah banyak berdialog dan berdiskusi dengan Bapak Presiden. Aspirasi yang disampaikan ini berasal dari masyarakat luas dan juga masukan dari anggota DPR terkait rencana kenaikan PPN,” ujar Dasco.

Rencana kenaikan PPN ini menuai perhatian publik, terutama karena dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat. Masyarakat berharap pemerintah mampu menemukan solusi terbaik demi menjaga keseimbangan antara penerimaan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia