Jumat, 15 Mei 2026

Vietnam Putuskan Tahan PPN 8%, saat RI Kukuh Naikkan PPN Jadi 12%

Penulis : Alfi Dinilhaq
9 Des 2024 | 22:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berbelanja di pusat perbelanjaan di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Pengunjung berbelanja di pusat perbelanjaan di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah Vietnam mempertahankan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 8% pada 2025. Langkah ini jadi upaya Vietnam untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan Vietnam berbanding terbalik dengan Indonesia yang ingin menaikkan PPN menjadi 12% pada 2025. Namun, belakangan, kebijakan ini disebut hanya untuk barang mewah.

Mengutip Vatupdate, Senin (9/12/2024), Vietnam disebut akan tetap memperpanjang tarif PPN menjadi 8% hingga pertengahan tahun 2025. Kebijakan ini merupakan lanjutan dari pemotongan tarif PPN yang seharusnya berlaku sebesar 10%.

ADVERTISEMENT

Pemangkasan tarif PPN menjadi 8% merupakan langkah Vietnam untuk mendukung dunia perekonomian setelah pandemi Covid-19 terjadi pada 2020. Kebijakan ini diterapkan sejak 2022 dan diperbarui setiap enam bulan.

Peraturan ini diatur berdasarkan keputusan 72/2024/ND-CP dan resolusi terkait yang kemungkinan penerapan tarif PPN yang lebih rendah untuk berbagai barang dan jasa.

Pada 2024, Vietnam mempertahankan pengurangan PPN 8%. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Juli 2024 hingga 31 Desember 2024 dan mencakup barang dan jasa tertentu.

Namun, beberapa sektor, seperti telekomunikasi, properti, perbankan, real estate, tambang, minyak, batu bara dan barang mewah tidak termasuk dalam pengurangan ini. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong konsumsi domestik dan mendukung bisnis dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Pengurangan PPN Vietnam jadi 8% diharapkan dapat memberikan keringanan yang sangat dibutuhkan bagi bisnis yang berjuang menghadapi kenaikan biaya dan gangguan rantai pasokan. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan belanja konsumen dan merangsang aktivitas ekonomi selama 2025.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 44 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia