Jumat, 15 Mei 2026

Tok! PPN 12% di 2025, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Khusus

Penulis : Basudiwa Supraja
16 Des 2024 | 11:06 WIB
BAGIKAN
konferensi pers bertajuk
konferensi pers bertajuk

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengumumkan kebijakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12% tetap akan diimplementasikan per 1 Januari 2025. Namun, pemerintah menyiapkan paket kebijakan khusus untuk rumah tangga berpendapatan rendah.

Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers bertajuk 'Paket Kebijakan Ekonomi: Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan' yang digelar di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, pada Senin (16/12/2024) pukul 09.30 WIB.

"Sesuai dengan amanah UU tentang harmoni perpajakan ini sesuai dengan jadwal yg telah ditentukan, Tarif PPN 2025 akan ditetapkan naik 12%per 1 Januari," ungkap Airlangga.

ADVERTISEMENT

Airlangga menyebut kenaikan PPN 12%itu tidak berlaku untuk barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Barang-barang tersebut bahkan diberikan fasilitas PPN 0%.

Adapun barang pokok yang bebas dari PPN tersebut di antaranya seperti beras, daging, ikan, telur, sayur, dan gula konsumsi. Selain itu, pemerintah juga membebaskan jasa pendidikan, kesehatan, angkutan umum, tenaga kerja, jasa keuangan, jasa asuransi, vaksin polio, hingga pemakaian air dari PPN.

"Namun barang-barang yang dibutuhkan masyarakat ini PPN diberikan fasilitas 0 persen. Jadi barang seperti kebutuhan pokok (beras, daging, ikan, telur, sayur, gula konsumsi), jasa pendidikan, kesehatan, angkutan umum, tenaga kerja, jasa keuangan, jasa asuransi, vaksin polio, hingga pemakaian air seluruhnya bebas PPN," lanjut Airlangga.

Selanjutnya pemerintah juga akan memfasilitasi rumah tangga berpendapatan rendah dengan stimulus atau paket kebijakan ekonomi khusus untuk barang-barang tertentu maupun bahan makanan lainnya seperti minyak, tepung terigu, dan gula industri. Pemerintah akan menanggung beban 1%dalam kenaikan PPN sebesar 12% di 2025.  

"Jadi nanti ada yang kita berikan fasilitas untuk barang-barang tertentu. Kemudian bahan makanan lain dengan penerapan 12%tersebut, pemerintah akan beri stimulus atau paket kebijakan ekonomi bagi rumah tangga yang berkebutuhan khusus berpendapatan rendah sebesar 1%untuk kebutuhan pokok dan penting seperti minyak kemudian tepung terigu dan gula industri jadi tetap 11%karena yang 1%ditanggung pemerintah," sambungnya.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia