Jumat, 15 Mei 2026

Menimbang Potensi dan Tantangan Geopolitik Keanggotaan Indonesia di BRICS

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Jan 2025 | 14:13 WIB
BAGIKAN
KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia. (Foto: X)
KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia. (Foto: X)

JAKARTA,investor.id - Resminya Indonesia menjadi anggota  BRICS menjadi momen penting dalam perjalanan geopolitik dan ekonomi Indonesia, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang. Bergabungnya Indonesia dengan BRICS membawa sejumlah peluang sekaligus tantangan yang harus diantisipasi oleh pemerintah.

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menungkapkan keuntungan yang dapat dipetik Indonesia dari keanggotaannya di BRICS adalah peningkatan akses terhadap pasar global, khususnya di negara-negara anggota kelompok ini.  BRICS mencakup beberapa negara dengan perekonomian terbesar di dunia, seperti Tiongkok dan India, yang juga merupakan mitra dagang utama Indonesia.

“Kolaborasi yang lebih erat dalam BRICS memungkinkan Indonesia untuk memperluas ekspor komoditas, meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, dan memperdalam integrasi rantai pasok global,” ungkap Achmad pada Rabu (8/1/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, melalui kerja sama multilateral ini, Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi langsung asing  dari anggota BRICS lainnya yang memiliki surplus modal dan kapasitas teknologi yang signifikan. Keanggotaan di BRICS juga membuka peluang untuk memperkuat posisi diplomatik Indonesia di panggung global.  Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini telah menjadi forum penting dalam membahas isu-isu strategis seperti reformasi sistem pembayaran yang adil, ujung tombak dedolarisasi, reformasi tata kelola global, termasuk di lembaga keuangan internasional seperti Lembaga Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

“Dengan bergabungnya Indonesia, suara negara berkembang di dalam BRICS semakin kuat, dan ini sejalan dengan visi Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam membentuk tatanan dunia yang lebih inklusif dan adil,” beber dia.

Melalui partisipasi aktif, Indonesia dapat mendorong kepentingan nasionalnya sekaligus memperkuat solidaritas antara negara-negara di Selatan Global. Namun, bergabung dengan BRICS juga bukan tanpa risiko. Salah satu risiko utama adalah potensi pergeseran fungsi BRICS dari sekadar forum ekonomi, perdagangan, dan keuangan, menjadi poros militer dan kekuatan ‘hard power’ baru yang ingin menggantikan tatanan internasional yang saat ini didominasi oleh Barat, yaitu Amerika Serikat (AS) dan NATO.

Jika pergeseran semacam ini terjadi, BRICS tidak lagi hanya menjadi alat untuk mendukung pembangunan ekonomi, tetapi bisa menjadi instrumen geopolitik yang membawa risiko besar bagi stabilitas global, terutama di tengah meningkatnya tensi antara kekuatan besar dunia.

Transformasi BRICS menjadi kekuatan hard power dapat memicu ketegangan baru, terutama dengan negara-negara Barat.  Beberapa anggota BRICS, seperti Rusia dan Tiongkok, sudah terlibat dalam dinamika konflik geopolitik yang rumit, baik dalam perang Ukraina maupun sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.  Jika BRICS semakin condong pada agenda geopolitik yang konfrontatif, Indonesia berisiko terseret ke dalam konflik yang tidak sesuai dengan prinsip kebijakan luar negerinya. 

“Ketegangan yang berkembang dari perang dagang menjadi konflik teritorial atau bahkan militer dapat mengancam posisi Indonesia sebagai negara yang selama ini memegang teguh prinsip nonblok,” tutur Achmad.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 56 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 58 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia