Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia akan Ajukan Penurunan Tarif Dagang ke AS

Penulis : Prisma Ardianto
13 Jan 2025 | 18:33 WIB
BAGIKAN
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (1/12/2024) mengumumkan pengusaha keturunan Lebanon-Amerika, Massad Boulos, akan menjabat sebagai penasihat seniornya untuk urusan Arab dan Timur Tengah. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (1/12/2024) mengumumkan pengusaha keturunan Lebanon-Amerika, Massad Boulos, akan menjabat sebagai penasihat seniornya untuk urusan Arab dan Timur Tengah. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia akan mengajukan penurunan tarif dagang kepada Amerika Serikat (AS), di tengah rencana Presiden Terpilis AS menerapkan tarif universal ke berbagai negara. Adapun sejumlah produk Indonesia sebenarnya telah terkena tarif impor oleh AS sejak lama.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai acara IBC Business Competitiveness Outlook 2025 di Jakarta, Senin, (13/1/2025).

Airlangga menjelaskan, pendekatan Indonesia untuk menyampaikan proposal penurunan tarif dagang dengan AS akan disampaikan melalui kerja sama antarkedua negara. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap kebijakan tarif impor di masa pemerintahan Donald Trump mendatang.

ADVERTISEMENT

“Kita sedang meminta supaya akan ada kerja sama ekonomi secara bilateral, supaya tarifnya kita turunkan,” kata Airlangga, seperti dikutip Antara.

Kerja sama perdagangan Indonesia-AS dapat ditempuh melalui beragam mekanisme. Salah satu yang disebut Airlangga adalah melalui perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA).

Adapun Trump akan dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025. Trump mencanangkan tarif impor universal untuk barang-barang impor yang masuk ke AS, seperti dilaporkan Washington Post.

Menanggapi hal itu, Airlangga menyebut bahwa sejatinya selama ini AS sudah mengenakan tarif bagi produk-produk impor asal Indonesia seperti apparel maupun komoditas. Oleh karena itu,isu tarif dagang yang mungkin akan diterapkan AS saat kepemimpinan Trump nanti bukanlah hal baru bagi Indonesia.

“Bagi kita dengan Amerika, Amerika mengenakan tarif ke kita. Jadi Amerika itu mengenakan tarif untuk sepatu, untuk baju, dan berbagai komoditas kita. Sedangkan yang tidak dikenakan tarif adalah Vietnam. Jadi kita sudah agak imun dengan tarif yang dikenakan Amerika terhadap Indonesia,” jelas Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia