Jumat, 15 Mei 2026

Investasi KEK Selama Tahun 2024 Capai Rp 90,1 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Jan 2025 | 21:22 WIB
BAGIKAN
Foto udara suasana Paradise Hotel Golf dan Resort Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (27/12/2024). Paradise Hotel Golf dan Resort merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang. (ANTARA FOTO/Yegar Sahaduta Mangiri)
Foto udara suasana Paradise Hotel Golf dan Resort Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (27/12/2024). Paradise Hotel Golf dan Resort merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang. (ANTARA FOTO/Yegar Sahaduta Mangiri)

JAKARTA, investor.id – Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) selama tahun 2024 mencapai Rp 90,1 triliun atau 115% dari target. Dari investasi itu, serapan tenaga kerja sebanyak 47.747 orang atau 122% dari target.

Sementara secara kumulatif, KEK telah mencatat capaian investasi sebesar Rp 263,4 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 160.874 orang dan melibatkan sebanyak 403 pelaku usaha.

Adapun investasi memegang peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi pemerintah menargetkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan. KEK akan menjadi andalan pemerintah untuk mendongkrak realisasi investasi.

ADVERTISEMENT

“Untuk mencapai target ekonomi 8%, kita memerlukan investasi hingga Rp 13.032 triliun dalam 5 tahun ke depan. Peran KEK menjadi sangat penting menuju pencapaian target pertumbuhan tersebut,” ucap Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Susiwijono Moegiarso dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu (22/1/2025).

Susiwijono juga menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi untuk melindungi resiliensi ekonomi dan stabilitas nasional, di tengah ketidakpastian global. Sebagai pengingat, ekonomi global tahun 2024 dan 2025 diproyeksikan hanya tumbuh 3,2% atau di bawah rata-rata historis.

Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, tekanan fragmentasi geoekonomi, lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik, suku bunga tinggi, perlambatan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan pemerintahan baru Amerika Serikat (AS).

Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menerangkan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo, KEK harus memberi kontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“KEK merupakan salah satu program prioritas di era Pemerintahan Prabowo dan diharapkan dapat berkontribusi besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 5 tahun ke depan,” ujar Edwin.

Target KEK Tahun 2025

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia