Jumat, 15 Mei 2026

Tantangan Hilirisasi Indonesia, Pengamat: Setingkat Manajer Masih Banyak Orang Asing

Penulis : Muhammad Farhan
3 Feb 2025 | 21:34 WIB
BAGIKAN
Diskusi Hasil Riset bertajuk Tantangan dan Implikasi Hilirisasi Mineral di Indonesia, pada Senin (3/2/2025) di Jakarta. (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Diskusi Hasil Riset bertajuk Tantangan dan Implikasi Hilirisasi Mineral di Indonesia, pada Senin (3/2/2025) di Jakarta. (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id – Direktur The Reform Initiative, Wildan Syafitri membeberkan pengaruh kebijakan hilirisasi industri mineral terhadap perkembangan ekonomi lokal di Indonesia. Dalam risetnya, Wildan menuturkan masih terdapat kesenjangan upah yang diterima antara tenaga kerja asing (TKA) dengan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Wildan mengatakan, melalui risetnya di dua wilayah berbeda yakni di Batam dan Konawe, kesenjangan upah yang terjadi dapat berbeda tujuh kali hingga 10 kali lipat antara TKA dengan TKI tersebut.

“Kalau kita bandingkan itu, ya, upahnya ya rata-rata sekitar 7 kali. Jadi saya pernah menghitung itu hampir 10 kali lipat ya,” ujar Wildan dalam diskusi hasil riset bersama Indef di Jakarta Selatan, Senin (3/2/2025).

ADVERTISEMENT

Wildan bahkan mengatakan, ketimpangan upah ini juga terjadi apabila TKA bekerja di Indonesia berpendapatan lebih besar dibandingkan tenaga lokal. Sementara jika TKI bekerja di luar negeri pun akan mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan tenaga kerja domestik di negara tujuan.

“Kalau misalnya orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, di luar negeri pun, ya, dengan orang luar negeri yang bekerja di Indonesia Itu sekitar 10 kali lipat,” ucap dia.

Selain itu, Wildan menuturkan tenaga kerja yang berada di Konawe, untuk tingkat manajerial, masih didominasi oleh TKA. Sementara di Batam, manajerial cukup didominasi oleh tenaga kerja domestik.

Nah kemudian kendala utama adalah recruitment di Konawe ya Ini kurang transparan dan dominasi TKA pada posisi manajerial. Jadi saya kira kalau di Batam ini, tenaga kerja di posisi managerial itu sudah cukup banyak,” tutur Wildan.

Tingkat Pendidikan

Namun demikian, dia juga mengungkap alasan utama sedikitnya tenaga kerja lokal yang diserap di tingkat manajerial oleh industri hilirisasi energi tersebut, lantaran tingkat pendidikan yang belum bisa bersaing.

“Tapi di Konawe itu masih kecil ya. Karena memang disebabkan oleh ini tingkat pendidikan mereka yang masih rendah,” kata dia.

Selain itu, Wildan mengungkapkan Indonesia belum bisa mengikuti kebijakan negara-negara Timur Tengah dan sebagian Asia Tenggara yang lebih mengutamakan tenaga kerja lokal dibandingkan asing.

“Tapi ini hampir dialami oleh berbagai negara ya, seperti kalau di negara-negara Arab, Malaysia itu hampir semua sekarang Itu mereka sudah tahapan dimana semua tingkat manajer ke atas itu harus orang asli,” tutur Wildan.

Hal ini yang dilihat Wildan menjadi tantangan utama bagaimana kebijakan hilirisasi belum memberikan hasil yang diharapkan dalam membangun ekonomi lokal. “Kita ini belum bisa, Kita masih belum bisa. Level manajer ini masih banyak orang asing,” tegas Wildan. 

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia