Jumat, 15 Mei 2026

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,94% pada Tahun 2024, Kendati Daya Beli Tertekan

Penulis : Arnoldus Kristianus
5 Feb 2025 | 18:02 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berjalan keluar dari salah satu gerai fesyen di pusat perbelanjaan Kuningan City, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Fauzan)
Pengunjung berjalan keluar dari salah satu gerai fesyen di pusat perbelanjaan Kuningan City, Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Fauzan)

JAKARTA, investor.id – Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi terbesar dari sisi pengeluaran selama tahun 2024. Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi hingga 54,04% dengan pertumbuhan 4,94% pada tahun 2024.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas rumah tangga,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Rabu (5/2/2025).

Dari sisi transportasi dan komunikasi mobilitas masyarakat yang meningkat menyebabkan kebutuhan konsumsi transportasi dan komunikasi meningkat, tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara. Geliat restoran dan hotel juga meningkat seiring kegiatan wisata selama libur sekolah, libur hari besar keagamaan nasional.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya komponen investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memberikan kontribusi 29,15% dan tumbuh 4,61% pada tahun 2024. Pertumbuhan komponen PMTB tercermin pada beberapa indikator kelompok barang modal terutama peningkatan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). PMTB oleh pemerintah dan swasta tumbuh positif.

Konsumsi rumah tangga dan PMTB masih merupakan penyumbang utama PDB pada tahun 2024, dengan akumulasi kontribusi sebesar 83,19%.

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 4,94% pada Tahun 2024, Kendati Daya Beli Tertekan
Distribusi dan pertumbuhan PDB menurut Pengeluaran. (Sumber: BPS)

Seperti yang diketehui, tahun 2024 jadi saat yang menantang karana daya beli masyarakat agak terganggu. Hal itu ditandai deflasi selama lima bulan beruntun yaitu pada Mei–September 2024. Selain itu, indeks manajer pembelian (purchasing managers index/PMI) juga berada di level kontraksi di sebagian besar bulan tahun 2024.

Penanda lain adalah data soal perkembangan jumlah kelas menengah. Intinya, jumlah kelas menengah turun sekitar 10 juta, dari 57,33 juta (21,45%) pada 2019 menjadi 47,85 juta (17,13%) pada Maret 2024. Berdasarkan riset LPEM FEB-UI, porsi konsumsi kelas menengah sebesar 41,9% pada tahun 2023.

Peran Ekspor

Di sisi lain, komponen ekspor memberikan kontribusi 22,18% dan tumbuh 6,51% pada tahun 2024. Konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 7,73% dan tumbuh 6,61%. Ekspor tumbuh positif baik barang migas maupun nonmigas serta ekspor jasa karena beberapa komoditas mengalami peningkatan baik nilai maupun volume, antara lain mesin/peralatan listrik; nikel; serta alas kaki.

Sementara itu beberapa komoditas mengalami peningkatan volume ekspor, namun nilainya menurun diantaranya: bahan bakar mineral; besi dan baja; serta migas. Ekspor jasa meningkat salah satunya disebabkan oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

Konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 7,73% dan tumbuh 6,61% pada tahun 2024. Komponen konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) memberikan kontribusi 1,36% dan tumbuh 12,48% pada tahun 2024. Impor menjadi komponen pengurang 20,39% dan tumbuh 7,95% pada tahun 2024.

“Komponen LNPRT tumbuh tinggi didorong oleh peningkatan aktivitas selama Pemilu dan Pilkada 2024,” katanya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia