Jumat, 15 Mei 2026

Penasihat Prabowo Respons Fenomena Deflasi pada Januari 2025

Penulis : Prisma Ardianto
5 Feb 2025 | 22:45 WIB
BAGIKAN
Warga memeriksa meteran listrik di Rusunawa Margaluyu, Kota Serang, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Warga memeriksa meteran listrik di Rusunawa Margaluyu, Kota Serang, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen atau IHK Januari 2025 mengalami deflasi sebesar 0,76% secara bulanan (month to month/mtm). Adapun perkembangan IHK kerap digunakan untuk mengamati perubahan biaya hidup sepanjang waktu, khususnya mengenai pola konsumsi masyarakat.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro merespons kekhawatiran pelemahan konsumsi masyarakat yang ditandai terjadi deflasi IHK di awal tahun tersebut. Menurut dia, deflasi IHK harus ditilik lebih lanjut penyebabnya.

“Kalau sumber atasnya itu berasal dari inflasi inti atau core inflation, kita patut concern karena itu ada pelemahan dari kegiatan konsumsi masyarakat,” kata Bambang di Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, kata dia, jika sumber deflasi berasal dari penurunan harga pangan, maka fenomena yang terjadi belakangan ini menjadi penanda positif. Bambang menerangkan, paling tidak, penurunan harga pangan dan harga lainnya bisa menjaga daya beli masyarakat.

BPS melaporkan, inflasi IHK memang menurun menjadi 0,76% year on year (yoy), dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 1,57% (yoy).

Deflasi IHK dipengaruhi penerapan kebijakan diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang listrik sampai dengan daya 2.200 VA. BPS juga menyebut ada faktor normalisasi tarif angkutan pasca periode hari besar keagamaan nasional (HBKN) natal dan tahun baru.

Inflasi inti pun dilaporkan tetap terjaga rendah di level 0,30% (mtm) per Januari 2025, bergerak meningkat dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Realisasi inflasi inti pada Januari 2025 disumbang terutama oleh inflasi komoditas minyak goreng, emas perhiasan, dan biaya sewa rumah.

Secara tahunan, inflasi inti Januari 2025 tercatat sebesar 2,36 persen (yoy), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,26 persen (yoy). Dengan perkembangan yang seperti itu, Bambang menyatakan bahwa ia tak khawatir mengenai perkembangan deflasi IHK.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia