Jumat, 15 Mei 2026

Neraca Perdagangan Januari 2025 Surplus US$ 3,45 Miliar

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Feb 2025 | 11:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi neraca perdagangan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)
Ilustrasi neraca perdagangan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan mengalami surplus US$ 3,45 miliar pada Januari 2025. Surplus neraca perdagangan barang meningkat US$ 1,21 miliar dari posisi Desember 2024 dan meningkat US$ 1,45 miliar jika dibandingkan dengan posisi Januari 2024.

Nilai ekspor mencapai US$ 21,45 miliar pada Januari 2025. Angka ini menunjukkan kontraksi 8,56% dari posisi Desember 2024 sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 terjadi pertumbuhan sebesar 4,68%. Nilai impor Indonesia Januari 2025 mencapai US$ 18 miliar, turun 15,18% dibandingkan dengan Desember 2024 dan turun 2,67% dari posisi Januari 2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan surplus pada Januari 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas. Komoditas penyumbang surplus utama adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

ADVERTISEMENT

“Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” ucap Amalia dalam konferensi pers secara hibrida di kantor BPS pada Senin (17/2/2025).

Neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus sebesar US$ 4,88 miliar pada Januari 2025. Sedangkan neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar US$ 1,43 miliar pada Januari 2025. “Komoditas penyumbang defisit untuk neraca perdagangan migas adalah minyak mentah dan hasil minyak,” imbuh Amalia.

Tiga negara penyumbang surplus pada neraca perdagangan Januari 2025 adalah Amerika Serikat (US$ 1,5 miliar), India (US$ 772,3 juta), dan Filipina (US$ 729,1 juta). Pada saat yang sama tiga negara penyumbang defisit terdalam adalah China (US$ 1,7 miliar), Australia (US$ 185,2 juta), dan Ekuador (US$ 133,6 juta).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia