Jumat, 15 Mei 2026

Program Friday Mubarak Sasar Nilai Penjualan Rp 75 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
28 Feb 2025 | 20:36 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berbelanja di pusat perbelanjaan di Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Pengunjung berbelanja di pusat perbelanjaan di Jakarta, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah bersama pelaku usaha meluncurkan program Friday Mubarak untuk mendorong konsumsi masyarakat melalui belanja di dalam negeri. Friday Mubarak merupakan sebuah inisiatif yang dirancang Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendorong konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan 1446 Hijriah atau pada 2025.

Friday Mubarak yang diselenggarakan Aprindo kali ini akan berlangsung sampai 30 Maret 2025 dengan target penjualan Rp 75 triliun. Di mana, setiap hari Jumat akan lebih banyak promosi dan diskonnya,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (28/2/2025).

Selama tahun 2024, Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03% (ctc). Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 54,04% dari pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2024. Hal ini menunjukkan konsumsi rumah tangga menjadi motor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2025 yang berada pada level optimis sebesar 127,2.

Untuk menjaga momentum positif ini, pemerintah mendorong konsumsi masyarakat selama libur Ramadan dan Lebaran hingga perayaan Nyepi dengan juga memberikan berbagai kemudahan.

Stimulus yang diberikan antara lain berupa diskon harga tiket pesawat lebih dari 10% (selama dua minggu untuk penerbangan domestik), diskon tarif tol sebesar 20%, program pariwisata mudik Lebaran, program mudik gratis bersama 74 BUMN kolaborator, tiket gratis angkutan laut Lebaran 2025, dan Operasi Pasar (OP) untuk menjaga stabilitas bahan pokok.

Sementara itu, mengingat pada tahun ini jarak waktu antara Natal Tahun Baru (Nataru) dan Lebaran lebih dekat, maka Airlangga mengarahkan agar ada tambahan satu season lagi untuk penyelenggaraan program belanja nasional, misalnya pada masa back to school nanti. Menurut dia, setelah bulan April sampai Desember harus ada satu season lagi agar bisa meningkatkan penjualan.

“Kami dan Badan Pangan kita sudah cek dengan beberapa daerah relatif kondisi suplai pangan aman, dan mereka membuat rata-rata diskon dari 30% sampai 50%. Hal itu tentu akan sangat membantu masyarakat,” kata Airlangga.

Selain program Friday Mubarak yang diselenggarakan Aprindo ini, juga akan diadakan program BINA Lebaran oleh Hippindo, Pasar Kreatif Ramadan oleh Pemprov DKI Jakarta, Bazar Ramadan serta Ramadan Sale yang akan diselenggarakan Indonesian E-commerce Association (IdEA).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia