Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Deflasi Tahunan Sentuh 0,09% pada Februari 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Mar 2025 | 15:50 WIB
BAGIKAN
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/3/2025). (Sumber: BPS)
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/3/2025). (Sumber: BPS)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi deflasi tahunan sebesar 0,09% pada Februari 2025 .

Penyumbang utama deflasi Februari 2025 secara tahunan adalah kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil deflasi 1,92%. Komoditas penyumbang utama deflasi pada kelompok ini adalah tarif listrik.

“Secara tahunan terjadi deflasi 0,09% atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 105,48 pada Februari 2025,” ucap Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (3/3/2025).

ADVERTISEMENT

Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 12,08% dan memberikan deflasi sebesar 1,92%. Komoditas yang memberikan andil tahunan terbesar adalah tarif listrik mengalami deflasi 46,45% dan memberikan andil deflasi 2,16%.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif air minum PAM yang mengalami inflasi 9,42% dan memberikan andil inflasi 0,14%; biaya sewa rumah mengalami inflasi 1,27% dan memberikan andil inflasi 0,04%; bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,57% dan memberikan andil inflasi 0,03%; lalu biaya kontrak rumah mengalami inflasi 0,58% dan memberikan andil inflasi 0,02%.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 2,25% dan memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,66%. Inflasi secara tahunan didorong oleh komoditas minyak goreng, sigaret kretek mesin, cabai rawit, kopi bubuk dan ikan segar.

Inflasi kelompok ini didorong oleh minyak goreng mengalami inflasi 10,97% dan memberikan andil 0,13%; sigaret kretek mesin mengalami inflasi 5,58% dan memberikan andil 0,12%; cabai rawit mengalami inflasi 37,07% dan memberikan andil inflasi 0,11%.

“Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi tomat sebesar 32,93% dan memberikan andil deflasi 0,11% dan beras memberikan andil deflasi 2,63% dan memberikan andil deflasi 0,11%,” tutur dia.

Inflasi Emas hingga Sabun

Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 8,43% dan memberikan andil inflasi 0,52% pada Februari 2025. Komoditas yang memberikan andil adalah emas perhiasan mengalami inflasi 41,49% dan memberikan andil inflasi 0,42%; pasta gigi mengalami inflasi sebesar 2,91% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,01%; shampo mengalami inflasi sebesar 1,74% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,01%.

“Menurut catatan BPS emas perhiasan terus mengalami inflasi year on year sejak Februari 2025 karena meningkatnya harga emas di pasar internasional,” kata Amalia.

Bila dilihat menurut komponen deflasi tahunan pada Februari 2025 disebutkan bahwa deflasi terjadi karena komponen harga pemerintah sementara komponen lainnya mengalami inflasi.

Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,48%, komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 1,58% pada Februari 2025. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini yaitu emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, dan nasi dengan lauk.

Komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi tahunan sebesar 9,02% dan memberikan andil 1,77% komoditas yang dominan adalah tarif listrik dan bensin. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi 0,56% dengan andil inflasi 0,1%.

“Komodotias yang dominan memberikan andil inflasi secara tahunan pada komponen harga bergejolak adalah cabai rawit, bawang putih, kangkung dan bawang merah,” tutur Amalia.

Secara tahunan 16 provinsi mengalami inflasi dan 22 provinsi mengalami deflasi. Dengan inflasi tertinggi di Provinsi Papua Pegunungan (7,99%) dan deflasi terdalam di Papua Barat (-1,98%).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia