Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi Diperkirakan Mulai Terkerek pada Maret

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Mar 2025 | 19:58 WIB
BAGIKAN
Calon penumpang pesawat antre untuk masuk kedalam terminal 1 A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Calon penumpang pesawat antre untuk masuk kedalam terminal 1 A Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Di sisi lain, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, deflasi terjadi akibat penurunan harga pada kelompok administered prices yang terutama disumbang oleh komoditas tarif listrik, serta kelompok volatile food yang disumbang oleh komoditas daging ayam ras, bawang merah, dan aneka cabai.

Bank Indonesia akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan mempererat sinergi pengendalian inflasi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

“Ke depan, BI meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2025,” kata Ramdan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang menilai inflasi berpotensi tetap berada di bawah target pemerintah sebesar 2,5±1%, didukung oleh berbagai intervensi kebijakan.

Kebijakan diskon tiket pesawat yang memberikan diskon 13–14% untuk penerbangan kelas ekonomi domestik, serta diskon jalan tol sebesar 20%, akan meredam tekanan harga selama periode Ramadan dan Idulfitri. Diskon harga tiket pesawat berlaku untuk tiket yang dibeli antara tanggal 1 Maret hingga 7 April 2025, untuk penerbangan yang beroperasi mulai tanggal 24 Maret hingga 7 April 2025.

“Namun, berakhirnya diskon listrik pada bulan Maret dapat secara bertahap menaikkan inflasi pada bulan-bulan berikutnya. Di sisi lain kebijakan moneter, Bank Indonesia menghadapi tantangan untuk penurunan suku bunga, mengingat berlanjutnya arus keluar modal dan volatilitas rupiah,” kata Hosianna.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia