Jumat, 15 Mei 2026

Luhut dan Airlangga Bahas Langkah Percepatan Investasi di Indonesia

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Mar 2025 | 17:10 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (12/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (12/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai upaya mendongkrak realisasi investasi di Indonesia harus dimulai dengan menghapus regulasi-regulasi yang memberatkan kinerja dunia usaha. Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1.905,6 triliun pada tahun 2025.

“Dengan keadaan global saat ini, peraturan-peraturan yang dianggap menghambat masuknya investasi ke Indonesia akan kami usulkan kepada presiden untuk di-take out,” ucap Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Selasa (12/3/2025).

Luhut mengatakan, dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto, Pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates Ray Dalio, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, dan para pengusaha pada pekan lalu muncul banyak gagasan untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Namun Ray Dalio juga memberikan masukan agar pemerintah menjaga konsistensi dalam menjalankan regulasi.

ADVERTISEMENT

“Nantinya akan ada pilot project yang segera dengan Rey Dalio ini, kita sedang tekniskan, finalkan seperti family office dan juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali yaitu KEK Kura-Kura dan KEK Sanur,” kata Luhut.

Lebih lanjut, pemerintah juga sedang mengembangkan Two Countries Twin Park (TCTP) yaitu kerja sama antara Indonesia dan China untuk membangun taman industri di kedua negara. Lokasi TCTP di Indonesia adalah Kawasan Industri Bintan, Kawasan Industri Aviarna, Kawasan Industri Batang. Langkah ini dilakukan untuk mengembangkan industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

“TPT kan itu padat karya itu harus segera didorong. Apakah di Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan izin lainnya. Saya kira beberapa ratus ribu lapangan kerja dalam beberapa waktu ke depan, itu tidak akan hal yang sulit,” tegas Luhut.

Senada dengan Luhut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah konsisten meningkatkan realisasi investasi. Saat ini pemerintah sudah mengembangkan 22 KEK dan masih akan menambah jumlah KEK.

“Masih ada (KEK) yang ditambahkan dan ini kita akan percepat, minta percepatan supaya bisa dilaksanakan,” tutur Airlangga.

Untuk pengembangan TCTP, Airlangga mengatakan bahwa pengembangan TCTP pemerintah akan menjadikan kawasan Batang sebagai pilot project. Hal tersebut juga sudah dibahas dengan Presiden China Xi Jinping.

“Kawasan Batang, itu akan dijadikan pilot project juga untuk investasi dari China. Two Country Twin Parks ini menjadi perhatian,” pungkas Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia