Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: Regulasi Family Office Segera Diajukan ke Presiden Prabowo

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Mar 2025 | 17:32 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) dan sejumlah tamu undangan usai meresmikan badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) dan sejumlah tamu undangan usai meresmikan badan pengelola investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan regulasi teknis untuk pembentukan perusahaan keluarga (family office). Setelah rampung dikerjakan, regulasi teknis akan diajukan ke Presiden Prabowo Subianto.

“Kita harapkan dalam beberapa bulan ke depan, karena Presiden (Prabowo Subianto) sudah memberikan persetujuan. Jadi secara teknis kita nanti laporkan ke Presiden, kalau Presiden perintah eksekusi kami eksekusi,” ucap Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Rabu (12/3/2025).

Pemerintah sudah membentuk tim untuk menyiapkan infrastruktur pelaksanaan family office. Dalam pembentukan family office pemerintah juga meminta masukan dari pengusaha dan pemangku kepentingan terkait agar bisa mengakomodasi semua pihak. Tim dari DEN akan bersinergi dengan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam menyusun kebijakan tentang family office.

ADVERTISEMENT

“Mulai besok tim kami bekerja dengan timnya Pak (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) Airlangga, karena sebenarnya kita sudah mengerjakan 6 bulan. Terakhir juga masukkan dari para pelaku usaha,” kata Luhut.

Family office adalah perusahan swasta yang menangani manajemen investasi dan manajemen kekayaan untuk keluarga kaya, umumnya keluarga yang memiliki aset yang dapat diinvestasikan setidaknya US$ 50– 100 juta, dengan tujuan untuk menumbuhkan dan mentransfer kekayaan secara efektif antar generasi.

Di sisi lain, Luhut bilang bahwa dibutuhkan koordinasi era antar Kementerian/Lembaga(K/L) untuk menjalankan semua program pemerintah. Penyusunan kebijakan pun dilakukan setelah mendengarkan saran dari pihak-pihak yang akan terlibat saat regulasi dijalankan.

“Saya pikir program-program Presiden Prabowo sangat bagus-bagus, tinggal kita bagaimana sekarang menjaga supaya kami pembantu-pembantu presiden itu bisa melakukan koordinasi dengan baik,” pungkas Luhut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia