Imbas Tarif Trump, JPMorgan Naikkan Risiko Resesi AS dan Global Jadi 60%
Kasman menambahkan, dampak langsung dari kebijakan tersebut akan menjadi kenaikan pajak terbesar bagi rumah tangga dan dunia usaha AS sejak 1968, yang saat itu memicu resesi 1969-1970.
“Efek dari kenaikan pajak ini kemungkinan akan semakin besar akibat adanya aksi balasan, merosotnya sentimen bisnis di AS, serta gangguan rantai pasok,” jelas Kasman.
JPMorgan menilai, implementasi penuh dari kebijakan tarif yang telah diumumkan akan menjadi guncangan besar secara makroekonomi, yang belum tercermin dalam proyeksi mereka saat ini.
“Jika kebijakan ini berlanjut, kemungkinan besar akan mendorong AS dan bahkan ekonomi global masuk ke jurang resesi pada tahun ini,” tegas Kasman.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






