Tarif Impor Trump Bisa Ciptakan Ketidakpastian Ekonomi Lebih Parah dari Era Pandemi
JAKARTA, investor.id – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mewaspadai bahaya dari adanya kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif impor baru yang menargetkan sejumlah negara, termasuk beberapa mitra dagang terdekatnya.
Ekonom Senior Indef, Tauhid Ahmad menyebut, dampak negatif adanya kebijakan yang dimaksud berpotensi melebihi dari era pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Seperti yang diketahui, pandemi dan konflik geopolitik beberapa tahun lalu telah membuat ekonomi di dunia sangat bergejolak dan berada dalam ketidakpastian. Ini berpotensi berlanjut kedepannya.
Tauhid bilang, sebenarnya Trump telah memberikan sinyal akan menerapkan kebijakan ekonomi yang mencolok, sejak Desember 2024.
“Uncertainty ini sebenarnya sudah terjadi sejak Desember. Kalau lihat secara politik maupun ekonomi, ini jauh lebih besar dibandingkan Covid-19, dibandingkan perang Rusia-Ukraina,” papar Tauhid dalam diskusi Indef, Jumat (4/4/2025).
Dengan keadaan ekonomi yang tak cukup baik tersebut, maka iklim investasi akan terdampak. Tauhid menyebut para investor akan cenderung menahan diri untuk menanamkan modalnya.
“Orang mau investasi dengan kondisi sekarang, siapa yang berani investasi besar-besaran. Orang mau berdagang masih mikir apakah barang saya laku atau tidak,” beber Tauhid.
Di sisi lain, Tauhid mengatakan, Presiden Trump memiliki beberapa alasan yang membuat dirinya menerapkan kebijakan tersebut. Fase ini dimulai ketika Trump memimpin dalam kondisi tidak ‘happy’ dalam banyak hal, terutama ekonomi.
Seperti dikala Trump memimpin, utang jatuh tempo Amerika Serikat tercatat sangat besar, mendekati limit sekitar US$ 36 triliun. Defisit neraca perdagangan AS pun cukup besar. Sementara China menikmati surplus yang luar biasa besar.
“Karena itu dengan situasi ini AS berusaha, dengan kebijakan ini kemudian Trump jalankan,” demikian jelas Tauhid.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






