Tarif Trump Bisa Buat Indonesia-AS Lebih Mesra
JAKARTA, investor.id – Pemerintah harus mengambil langkah taktis dalam menghadapi kebijakan tarif balasan atau tarif resiprokal yang dijalankan Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia mesti merancang paket kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak secara konkret.
Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan, dengan strategi yang tepat, ancaman tarif justru bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai mitra strategis yang setara dan tak terhindarkan bagi AS, serta membuka jalan bagi hubungan ekonomi yang lebih kuat dan saling menguntungkan di masa depan.
Indonesia memiliki aset strategis yang signifikan yaitu sumber daya mineral kritis, pasar domestik yang besar, dan posisi geopolitik penting yang dapat dikonversi menjadi daya tawar yang kuat.
“Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika diiringi dengan langkah-langkah konkret: mengatasi kelemahan struktural internal, terutama terkait iklim investasi dan regulasi, serta merancang proposal negosiasi yang inovatif, transaksional, dan fokus pada penciptaan win-win solution,” kata Achmad pada Rabu (9/4/2025).
Dia mengatakan, Indonesia bisa secara proaktif menawarkan paket investasi terintegrasi di sektor baterai kendaraan listrik, memberikan kemudahan bagi perusahaan AS untuk berinvestasi di smelter nikel atau pabrik baterai, dengan jaminan pasokan bahan baku dan insentif fiskal.
“Sebagai imbalannya, Indonesia meminta agar produk turunan nikel tersebut dan mungkin beberapa produk ekspor andalan lain agar mendapatkan tarif preferensial atau dibebaskan dari tarif tambahan,” terang Achmad.
Contoh lainnya adalah memfasilitasi impor produk pertanian atau teknologi kesehatan AS yang dibutuhkan pasar Indonesia, yang dapat ditukar dengan perlakuan serupa untuk produk perikanan atau kerajinan Indonesia di pasar AS. Di sisi lain, penting untuk mempercepat upaya diversifikasi pasar ekspor, seperti melalui penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa atau pasar potensial lainnya.
“Semakin kecil ketergantungan Indonesia pada pasar AS, semakin kuat posisi tawarnya dalam negosiasi bilateral. Reformasi regulasi yang ditargetkan untuk mempermudah masuknya barang-barang strategis AS juga bisa menjadi gestur baik yang membangun kepercayaan,” pungkas Achmad.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






