Jumat, 15 Mei 2026

Ada Usul Supaya RI Tahan Diri Nego Tarif dengan AS

Penulis : Rama Sukarta
10 Apr 2025 | 16:58 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memegang perintah eksekutif yang telah ditandatangani selama acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS pada Rabu (2/4/2025). (Foto: AP/ Evan Vucci)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memegang perintah eksekutif yang telah ditandatangani selama acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, AS pada Rabu (2/4/2025). (Foto: AP/ Evan Vucci)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia berencana untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk merundingkan kebijakan tarif resiprokal AS sebesar 32%. Perundingan juga dilakukan untuk menyusuri peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dari kedua negara.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI 2016-2020, Iman Pambagyo menanggapi rencana perundingan tersebut. Menurut dia, Indonesia sebaiknya tidak terburu-buru untuk melakukan pendekatan dengan AS.

“Saya percaya saat ini belum saatnya kita masuk ke meja perundingan dengan Amerika, karena Amerika belum siap. Seperti beberapa hari yang lalu kita juga baca berita bahwa Vietnam malah di-bully karena mereka mengajak negosiasi. Jadi calm down sebentar,” kata Iman saat dihubungi, Kamis (10/4/2025).

ADVERTISEMENT

Iman mengatakan, kebijakan tarif resiprokal AS bersifat transaksional, sehingga Indonesia tidak perlu terlalu panik. Apalagi belakangan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menunda penerapan kebijakan tarif tersebut selama 90 hari.

“Jadi di pihak AS sendiri rasanya belum belum pasti apa yang harus dilakukan, karena mereka juga memperhitungkan dampaknya pada perekonomian mereka sendiri. Semua analis menyatakan bahwa ini akan backfire shooting, on your own foot. Jadi kita jangan terlalu panik. Tetapi kita harus mempersiapkan diri bahwa ke depan akan terjadi global trade diversion yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya,” tambah Iman.

Terakhir, Iman pun mengusulkan kepada pemerintah untuk mengubah narasi dialog dengan Amerika Serikat.

“Lebih ke dialog atau approach yang intinya memberikan keyakinan bahwa kita paham kepentingan mereka dan kita juga akan membeli lebih banyak dari Amerika. Kita coba alihkan impor dari negara lain. Kali ini kita coba ambil (barang) dari Amerika Serikat,” tandas Iman.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia