Jumat, 15 Mei 2026

Rekomendasi DEN Usai Trump Tunda Tarif Resiprokal

Penulis : Prisma Ardianto
10 Apr 2025 | 18:51 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JAKARTA, investor.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan sejumlah rekomendasi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda tarif resiprokal selama 90 hari. DEN, yang bertugas memberi nasihat dan rekomendasi di bidang ekonomi kepada presiden mengungkapkan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk mereformasi perekonomian nasional.

Juru Bicara Ketua DEN, Jodi Mahardi menyampaikan, langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat fondasi industri nasional agar mampu bersaing di pasar global. Di samping itu, sebagai upaya untuk menjaga keterjangkauan barang dan jasa bagi masyarakat.

Reformasi perekonomian nasional bukan cuma berorientasi menggenjot ekspor. DEN menginginkan ekonomi yang lebih efisien, produk yang lebih murah untuk rakyat, dan industri dalam negeri yang tumbuh karena diberi dorongan positif, bukan malah dibebankan dengan aturan yang kaku.

ADVERTISEMENT

“Fokus kita jelas, potong ekonomi biaya tinggi, sederhanakan izin usaha, dan berikan insentif nyata bagi industri yang patuh pada kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” kata Jodi pada Kamis (10/4/2025), seperti ditukil dari Antara.

Ia secara khusus menyinggung aturan TKDN. DEN berpandangan bahwa aturan TKDN tetap penting, meskipun perlu penyesuaian pendekatan, yakni dari kewajiban menjadi insentif. “Industri yang menggunakan komponen lokal harus diberi keuntungan, bukan dihambat oleh proses teknis yang panjang dan tidak produktif,” kta Jodi.

Sementara menyikapi putusan Trump yang tetap memberlakukan tarif tinggi ke China, DEN melihatnya sebagai peluang strategis bagi Indonesia. Meski akan berdampak secara global, perlakuan Trump ke China tetap bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik realokasi investasi dan memperluas pasar ekspor. Ini dapat dilakukan hanya dengan pendekatan yang lebih bersahabat, berikut penawaran insentif yang tepat.

Rekomendasi DEN Usai Trump Tunda Tarif Resiprokal
Ilustrasi: Investor Daily

Sebelumnya keputusan penundaan dari Trump, Indonesia merespons tarif resiprokal AS melalui jalur negosiasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut jalur diplomasi dipilih sebagai solusi yang saling menguntungkan tanpa mengambil langkah retaliasi terhadap kebijakan tarif resiprokal tersebut.

Namun demikian, Pemerintah Indonesia akan melakukan pertemuan lebih dulu dengan pimpinan negara-negara Asean pada 10 April 2025 untuk menyamakan sikap. Hasilnya, negara-negara Asean menyepakati untuk berunding dengan AS.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia