Atasi Tarif Trump, DEN: Permudah Dunia Usaha dan Tekan Biaya Produksi
JAKARTA, investor.id - Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Muhammad Chatib Basri menyatakan, pemerintah perlu memberikan kemudahan dan kepastian aturan bagi dunia usaha lewat deregulasi agar mampu menekan biaya produksi.
Langkah tersebut perlu dilakukan untuk menekan biaya ekspor sehingga dapat mengatasi dampak kenaikan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menurutnya, potensi kenaikan inflasi Amerika bisa berimbas terhadap penurunan suku bunga dan nilai tukar akan kembali bergejolak. Bagi Indonesia, efek perang tarif ini akan signifikan terhadap sektor manufaktur terutama produk elektronik, produk makanan, alas kaki serta industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Chatib menyampaikan pendapatnya tersebut saat menjadi pembicara dalam panel diskusi The Yudhoyono Institute (TYI) bertajuk 'Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global' di Jakarta, Minggu (13/4/2025).
"Jadi perlu adanya upaya menekan dampak kenaikan tarif Trump oleh pemerintah Indonesia. Dan salah satunya menekan biaya ekspor serta memberikan kemudahan serta kepastian aturan bagi dunia usaha lewat deregulasi sehingga menekan biaya produksi," kata Chatib.
Selain itu juga diperlukan upaya memperkuat daya beli lewat kebijakan fiskal ke sektor yang berdampak besar bagi ekonomi seperti pariwisata dan perlindungan sosial.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


