Kamis, 14 Mei 2026

Indonesia dan AS Sepakat Rampungkan Negosiasi Tarif dalam 60 Hari

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Apr 2025 | 10:05 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dalam konferensi pers bertajuk "Perkembangan Terkini Negosiasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat" di Washington, DC, yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (18/4/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dalam konferensi pers bertajuk "Perkembangan Terkini Negosiasi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat" di Washington, DC, yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (18/4/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa negosiasi terkait penerapan tarif balasan (resiprokal) dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia akan dirampungkan dalam waktu 60 hari ke depan.

Dalam perundingan tersebut, Indonesia menawarkan sejumlah jalan tengah agar terjadi hubungan perdagangan yang tidak memberatkan salah satu pihak.

“Indonesia dan Amerika Serikat bersepakat untuk menyelesaikan perundingan ini dalam waktu 60 hari dan sudah disepakati kerangka acuannya dan scoping-nya termasuk kemitraan perdagangan investasi, kemitraan dari mineral penting dan terkait dengan reliability dari koridor rantai pasok yang mempunyai resiliensi tinggi,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (18/4/2025).

ADVERTISEMENT

Saat ini, Indonesia sudah mengirimkan delegasi untuk melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS. Dia menuturkan, hasil negosiasi tersebut bisa ditindaklanjuti dalam bentuk format perjanjian yang akan disetujui antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dalam negosiasi, Indonesia mengusulkan bakal meningkatkan pembelian sejumlah produk dari AS yaitu LPG, minyak mentah (crude oil), gasolin, gandum, kedelai, dan barang modal.

“Indonesia juga menawarkan kerja sama terkait dengan mineral strategis dan mempermudah prosedur impor untuk produk-produk, termasuk produk hortikultura dari Amerika,” tutur dia.

Dari segi investasi, Indonesia memfasilitasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang selama ini beroperasi di Indonesia. Fasilitas ini diberikan dalam bentuk kemudahan perizinan dan insentif. Indonesia mendorong agar investasi dilakukan secara business to business (B2B).

Lebih lanjut, Indonesia mendorong pentingnya penguatan kerja sama di sektor pengembangan sumber daya manusia, antara lain untuk sektor pendidikan, sains, teknologi, teknik, matematika, hingga ekonomi digital. Indonesia juga melihat selama ini kerja sama jasa keuangan cenderung menguntungkan negara Amerika Serikat.

Dengan adanya negosiasi diharapkan ada penerapan tarif yang lebih kompetitif dengan negara-negara yang juga bersaing dengan Indonesia. Saat ini produk ekspor utama Indonesia seperti garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang itu menjadi produk yang Indonesia mendapatkan tarif yang masuk lebih tinggi dibandingkan beberapa negara bersaing, baik dari Asean maupun non-Asean di kawasan Asia.

“Dengan berlakunya tarif selama 90 hari untuk 10%, maka tarif rata-rata Indonesia khusus di tekstil garmen ini kan antara 10% sampai dengan 37%. Dengan diberlakukannya 10% tambahan, maka tarifnya itu menjadi 10% ditambah 10% ataupun 37% ditambah 10%,” terang Airlangga.

Hal tersebut menjadi concern bagi pemerintah Indonesia karena dengan tambahan 10% ini biaya ekspor menjadi lebih tinggi. Dia mengatakan bahwa tambahan biaya itu diminta oleh para pembeli agar di-sharing dengan Indonesia, bukan pembelinya saja yang membayar pajak tersebut.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia