Jumat, 15 Mei 2026

Konsumsi Masih Jadi Pilar Pertumbuhan Ekonomi, Sokong 54% PDB Indonesia

Penulis : Hendro Dahlan Situmorang
18 Apr 2025 | 15:26 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyatakan, konsumsi domestik menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data, konsumsi rumah tangga saat ini menyumbang lebih dari setengah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Kontribusi konsumsi rumah tangga itu mencapai 54%. Jadi, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Rosan pada wartawan pada Jumat (18/4/2025).

Menurut Rosan, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp1.905 triliun pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

“Total investasi dari tahun 2025 sampai 2029 kurang lebih Rp13.032 triliun. Harapannya, investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengonfirmasi bahwa konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran terbesar sepanjang 2024.

“Peningkatan mobilitas masyarakat terlihat dari naiknya lalu lintas komunikasi, jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara,” ujar Amalia. 

Ia menambahkan, konsumsi juga tumbuh di sektor restoran dan hotel seiring meningkatnya aktivitas wisata selama libur sekolah dan hari besar keagamaan. Menurutnya, hal ini menunjukkan kekuatan konsumsi domestik sebagai indikator ketahanan ekonomi.

Di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, fokus pada konsumsi domestik dinilai menjadi strategi paling realistis untuk menjaga momentum pertumbuhan. Pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

Dengan penguatan sisi permintaan dalam negeri, stabilitas ekonomi diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan. 

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa konsumsi domestik menyumbang sekitar 60% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,03% pada 2024.

“Konsumsi domestik harus tetap dijaga, terutama karena 70 persen berasal dari kelas menengah atas dan kelas atas. Mereka ini yang mendorong belanja,” katanya.

Untuk menjaga daya beli, pemerintah telah meluncurkan berbagai program awal tahun seperti diskon tiket pesawat, Harbolnas 2025, EPIC Sales, BINA Diskon, dan stabilisasi harga pangan, sebagai upaya mendorong konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia