Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Dukung Langkah Indonesia Negosiasi Tarif Resiprokal ke AS

Penulis : Bambang Ismoyo
18 Apr 2025 | 20:54 WIB
BAGIKAN
Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda
Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda

JAKARTA, investor.id - Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyatakan, pemerintah Indonesia selayaknya melakukan negosiasi dan diplomasi kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) merespons kebijakan tarif resiprokal. Hal ini lantaran AS  merupakan salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia.

"Perwakilan kita diterima menjadi salah satu yang cepat direspons oleh pemerintah AS. Dan memang kalau kita lihat Amerika Serikat menjadi salah satu mitra dagang Indonesia," ungkap Nailul dalam bincang Investor Daily Talk, Jumat (18/4/2025).

Nailul menyambut baik negosiasi yang dilakukan tersebut. Karena merupaan permulaan yang baik untuk melakukan negosiasi lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

Diketahui, Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya negosiasi dan diplomasi perdagangan dengan AS lewat rangkaian pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi negara adidaya tersebut.

Indonesia telah menyampaikan sejumlah tawaran kepada AS antara lain dengan meningkatkan pembelian energi, produk pertanian, dan engineering, procurement, construction (EPC), memberikan insentif dan fasilitas bagi perusahaan AS. 

Indonesia pun akan membuka dan mengoptimalkan kerja sama critical mineral, memperlancar prosedur dan proses impor untuk produk Amerika Serikat, dan mendorong investasi strategis dengan skema business to business.

Selain itu, Indonesia juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama pendidikan, sains, ekonomi digital, dan financial services, penetapan tarif yang lebih rendah dari negara kompetitor untuk produk ekspor utama yang tidak akan bersaing dengan industri dalam negeri di AS.

Produk-produk tersebut meliputi garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang. Indonesia menyampaikan pula pentingnya memastikan ketahanan rantai pasok dari produk strategis dalam menjaga economic security

Indonesia dan AS sepakat menyelesaikan perundingan tersebut dalam 60 hari. Pemerintah Indonesia berharap dalam waktu 60 hari tersebut, kerangka kerja sama yang telah disepakati dapat diformalkan dalam bentuk perjanjian yang disetujui bersama.

"Karena kalau kita lihat dari beberapa poin yang disampaikan oleh Pak Menko tadi pagi memang menjadi poin-poin ataupun pilar-pilar senjata," pungkas Nailul Huda.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia