Jumat, 15 Mei 2026

Waspadai Dampak Risiko Tarif Trump ke Sektor Multifinance

Penulis : Prisma Ardianto
20 Apr 2025 | 17:33 WIB
BAGIKAN
Pedagang memasang kertas informasi mobil yang dipasarkan di bursa penjualan mobil Blok M Square, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Pedagang memasang kertas informasi mobil yang dipasarkan di bursa penjualan mobil Blok M Square, Jakarta, Rabu (16/4/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpotensi ikut memberi dampak ke sektor multifinance. Oleh karena itu, multifinance diimbau untuk melakukan mitigasi seperti melakukan penilaian risiko lebih efektif hingga diversifikasi pembiayaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK (KE PVML), Agusman menyampaikan, kebijakan tarif Trump berpotensi menekan kinerja industri berorientasi ekspor ke AS, terutama sektor tekstil, karet, peralatan listrik, makanan, dan perikanan.

Menurut dia, dampak itu selanjutnya berpotensi dirasakan oleh lembaga pembiayaan, khususnya sektor multifinance yang mendanai sektor-sektor tersebut. Risiko yang bisa muncul adalah peningkatan pembiayaan bermasalah.

ADVERTISEMENT

“Mitigasi yang perlu disiapkan oleh pelaku industri antara lain penilaian risiko yang efektif, diversifikasi portofolio pembiayaan, dan penguatan likuiditas,” ungkap Agusman kepada wartawan, dikutip pada Minggu (20/4/2025).

Per Februari 2025, profil risiko multifinance masih relatif terjaga, tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross tercatat turun menjadi 2,87%. NPF gross pada bulan sebelumnya sebesar 2,96%.

Sementara NPF net juga tercatat menurun dari level 0,93% menjadi 0,92%. Gearing ratio dari multifinance tercatat sebesar 2,20 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Seperti yang diketahui, pada Rabu (2/4/2025), Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal kepada pulahan negara, termasuk Indonesia. Produk-produk Indonesia terkena tarif bea masuk AS sebesar 32%.

Belakangan, tarif Trump sebesar itu ditangguhkan dan berlaku sebesar 10% dalam 90 hari ke depan. Sebagai langkah respons, pemerintah Indonesia tengah melakukan negosiasi dengan AS seperti menawarkan kesepakatan dagang yang lebih adil dan saling menguntungkan. Negosiasi diharapkan rampung dalam 60 hari ke depan.

Sedangkan untuk meredam dampak lebih lanjut dari tarif Trump di dalam negeri, pemerintah Indonesia juga sedang menyiapkan paket ekonomi. Stimulus tersebut akan meliputi kebijakan perdagangan hingga investasi.

“Mengenai paket ekonomi, sedang dalam pembahasan terkait dengan perizinan impor, OSS (Online Single Submission), layanan perpajakan kepabeanan, kemudian juga terkait dengan pengaturan kuota, termasuk di dalamnya sektor keuangan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (18/4/2025).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia