Jumat, 15 Mei 2026

Ekspor Tumbuh 5,95% pada Maret 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Apr 2025 | 17:54 WIB
BAGIKAN
Suasana pelabuhan peti kemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Suasana pelabuhan peti kemas pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$ 23,25 miliar pada Maret 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 5,95% secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,16% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan nilai ekspor migas sebesar US$ 1,45 miliar atau tumbuh 28,81% secara bulanan dan tumbuh 2,56% secara tahunan. Kenaikan nilai ekspor migas didorong oleh peningkatan nilai ekspor hasil minyak yang memberikan andil 1,18% pada ekspor Maret 2025.

Selanjutnya ekspor nonmigas mencapai 21,8% pada Maret 2025. Jika dilihat secara bulanan terjadi pertumbuhan 4,71%, sedangkan secara tahunan terjadi pertumbuhan 2,56%.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan nilai ekspor Maret 2025 ini secara bulanan terutama didorong kenaikan nilai ekspor nonmigas yaitu pada komoditas bijih logam; kerak dan abu; besi dan baja; serta mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya,” ungkap Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (21/4/2025).

Jika dilihat menurut sektor, maka ekspor nonmigas terbagi dalam tiga kelompok. Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan,dan perikanan sebesar US$ 570 juta. Sektor ini tumbuh sebesar 1,73% secara bulanan dan tumbuh 32,8% secara tahunan.

Kedua yaitu sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$ 3,07 miliar pada Maret 2025. Secara bulanan tumbuh 16,96% tetapi secara tahunan -26,35%.

Ketiga yaitu industri pengolahan sebesar US$ 18,16 miliar pada Maret 2025. Secara bulanan sektor industri pengolahan tumbuh 2,98% dan secara tahunan sebesar 9%. Amalia menerangkan, pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 2,98% memberikan andil 2,4% ke ekspor Maret 2025. Sedangkan secara tahunan industri pengolahan memberikan andil 6,65%.

“Peningkatan ekspor industri pengolahan secara bulanan utamanya disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor pada komoditas logam dasar bukan besi, nikel, semikonduktor dan komponen elektrik lainnya, aluminium serta peralatan besi lainnya,” kata Amalia.

Total nilai ekspor sepanjang Januari-Maret 2025 mengalami peningkatan sebesar 7,84% dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 12,18%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia