Dampak Perang Tarif dan Ketidakpastian Global Bayangi Kebijakan BI
22 Apr 2025 | 09:30 WIB
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di posisi 5,75% untuk menjaga resiliensi perekonomian domestik di tengah tekanan akibat ketidakpastian perekonomian global. Langkah ini kian diperlukan menyusul penerapan tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menjelaskan bahwa BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada April 2025. Dengan harapan perekonomian nasional terjaga dan ekspektasi investor yang menyimpan modal dalam pasar keuangan domestik tetap terjaga. Sehingga jumlah aliran modal asing tetap bertahan di pasar keuangan dalam negeri. BI akan memutuskan suku bunga acuan ini dalam Rapat Dewan Gubernur yang akan berlangsung pada 22-23 April 2025.

