Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom UGM Minta Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Penulis : Chandra Adi Nurwidya
29 Apr 2025 | 17:32 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi UGM. (B-Universe Photo/Chandra Adi Nurwidya)
Ilustrasi UGM. (B-Universe Photo/Chandra Adi Nurwidya)

YOGYAKARTA, investor.id – Ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan retaliasi dari China mendorong peningkatan fragmentasi ekonomi serta penurunan volume perdagangan dunia. Situasi ini dikhawatirkan berdampak serius terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama sektor keuangan dan perbankan.

Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Edhie Purnawan menilai bahwa ketidakpastian global saat ini diperburuk oleh geopolitik, proteksionisme, serta volatilitas pasar keuangan yang berdampak pada pelemahan rupiah, penurunan ekspor, dan daya beli masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal, ketahanan pangan, digitalisasi UMKM, serta diplomasi ekonomi menjadi langkah konkret yang harus segera diambil.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah dan BI perlu menjaga stabilitas ekonomi, menjaga harga tetap terkendali dan pertumbuhan stabil, didukung kebijakan moneter bijak dan anggaran negara yang mendukung UMKM serta energi terjangkau,” kata Edhie pada Selasa (29/4/2025).

Di samping itu, Edhie juga menyoroti tekanan yang dialami sektor perbankan nasional yang memiliki aset sebesar Rp 12.000 triliun, di tengah disrupsi digital, tekanan likuiditas, dan risiko kredit. Ia menyarankan agar perbankan berinovasi untuk memperkuat likuiditas dan inklusi keuangan sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

“Tekanan likuiditas muncul akibat aliran modal keluar karena suku bunga global tinggi dan konflik energi, yang melemahkan rupiah dan marjin keuntungan,” ujar Edhie.

Dia juga menilai bahwa fintech menggerus pangsa pasar konsumen milenial dari bank, yang merupakan 54% populasi produktif, menginginkan layanan cepat dan murah. Oleh karena itu, bank perlu investasi besar pada teknologi seperti open banking dan AI, sambil melindungi diri dari ancaman siber.

Sementara itu, Ekonom FEB UGM, Sekar Utami Setiastuti, menyoroti kerentanan sektor manufaktur berbasis ekspor seperti tekstil, elektronik, dan komoditas primer terhadap fluktuasi kebijakan tarif global. Ia menekankan pentingnya strategi diversifikasi pasar ekspor dan penguatan infrastruktur logistik nasional.

“Pendampingan teknis dan dukungan promosi ekspor kepada UMKM juga menjadi krusial untuk memperluas basis eksportir baru yang lebih resilien terhadap dinamika global,” tutur dia.

Sekar menambahkan bahwa sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, serta kebijakan makro dan mikroprudensial harus diperkuat untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia saat ini sebagai “mildly optimistic” namun tetap memerlukan kehati-hatian tinggi menghadapi tantangan eksternal dan domestik.

Pemerintah diminta untuk mengalihkan belanja negara ke sektor terdampak, seperti ekspor manufaktur, pertanian, dan logistik. Sementara BI perlu terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan suku bunga dan intervensi pasar yang terukur.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 36 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 40 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia